Tumbuh-tumbuhan khas Sulawesi

Tumbuhan Eucalyptus deglupta (leda) dan Figafeta elata (wanga) merupakan tumbuhan khas Sulawesi, tetapi secara sepintas nama tersebut tidak menggambarkan keterkaitannya dengan tempat dimana tumbuhan itu berada sehingga agak sulit untuk mengingatnya. Tumbuhan Impatiens platypetala (pacar) mempunyai persebaran yang sangat luas dan banyak dibudidayakan sehingga tumbuhan tersebut sudah tidak asing lagi bagi kita. Namun tumbuhan Impatiens platypetala bunga kuning yang terdapat di TNLL maupun Cagar Alam Morowali, menurut van Steenis merupakan varietas lokal, jadi bersifat endemik Sulawesi. Seperti kita ketahui dari buku-buku bahwa masih banyak tumbuhan pacar mempunyai bunga kuning sehingga tanpa ada tambahan keterangan lokasi sukar bagi kita untuk memastikan identitas tumbuhan pacar yang dimaksud. Beberapa jenis tumbuhan khas Sulawesi yang dapat dijadikan penunjuk antara lain:

1. DIOSPYROS CELEBICA Bakh.

Merupakan maskot tumbuhan Sulawesi Tengah, dikenal dengan nama kayu eboni. Pohon ini terkenal karena kayunya yang berwarna kehitaman dan sangat keras. Kayu tersebut banyak dicari orang untuk dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan yang sangat mahal harganya. Daunnya berseling, jorong memanjang. Bunganya pada ketiak daun , berbulu dan berukuran kurang dari 1 cm. Buahnya bulat telur, permukaannya ditutupi oleh bulu halus warna coklat. Kayu banyak dieksport ke Bali untuk dibuat kerajinan. Beberapa hasil kerajinan tangan dapat dijumpai di beberapa toko souvenir di kota Palu, kios di pelabuhan laut maupun pelabuhan udara. Termasuk kayu keras dan pertumbuhannya tidak terlampau cepat. Populasi jenis ini sudah sangat menurun, oleh sebab itu perlu digalakan sistem penanamannya. Jenis ini termasuk suku Ebenaceae (eboni-ebonian)

2. AGATHIS CELEBICA (Koord.) Warb.

Tumbuhan yang tergolong primitif karena berbiji telanjang. Di sekitar kawasan jenis ini disebut kayu damar, hal ini disebabkan karena kayunya menghasilkan damar. Damar tersebut sering disadap masyarakat untuk dibuat sebagai penerangan atau obor maupun dijual. Tumbuhnya tegak lurus sehingga kayunya juga dapat dimanfaatkan untuk balok karena keras. Tumbuh mengelompok di daerah Helipad, Puna, Kulawi, biasanya pada tanah berpasir. Jenis lain yang berkerabat dekat dan terdapat di kawasan ini adalah A. philippinensis, yang persebarannya lebih banyak di Filipina. Jenis ini termasuk dalam suku Araucariaceae.


3. LITHOCARPUS CELEBICA Miq.

Sebagian kawasan taman nasional berada pada ketinggian di atas 1000 m. Pada bagian puncak atau punggung bukit, hutannya biasa didominasi oleh suku pasang-pasangan (Fagaceae.) Salah satu jenis yang cukup dominan pada hutan pegunungan di kawasan ini adalah Lithocarpus celebica atau dikenal dengan nama palili. Sebenarnya nama palili juga diterapkan untuk jenis lain yang berkerabat seperti Lithocarpus glutinosus dan L. havilandii yang juga merupakan komponen penyusun hutan ini. Kelompok ini mempunyai ciri khas, karena bagian bawah buahnya saja yang tertutup oleh bangunan seperti mangkok, sedang bagian atasnya terbua bebas, berujung runcing atau tumpul dan permukaannya licin.

4. PTEROSPERMUM CELEBICUM Miq.

Tumbuhan ini mempunyai nama daerah n’torode, berupa pohon dengan tinggi sekitar 10-15 m . Daunnya tunggal, hijau licin sedang pada bagian bawah daun berwarna kelabu coklat. Perbungaannya dekat pada bagian ujung. Bunganya berwarna putih kekuningan, sangat elok. Jenis ini berbunga pada bulan Mei- Juni. Termasuk dalam suku Sterculiaceae.

5. MYRISTICA CELEBICA Miq.

Pohon ini sangat mudah diidentifikasi dari batangnya yang dilukai akan selalu mengeluarkan cairan berwarna merah darah, sehingga dikenal juga dengan nama daerah n’timu atau darah-darah. Daunnya hijau licin, buahnya kecil, warna hijau kecoklatan. Bijinya diselimuti oleh aril berupa jala yang berwarna merah. Selain jenis ini dapat dijumpai jenis M. fatua yang buahnya berbulu sangat rapat warna coklat. Jenis-jenis tersebut dikelompokan dalam suku Myristicaceae (pala-palaan)

6. KORTHALSIA CELEBICA Becc.

Diantara berbagai jenis rotan yang terdapat dikawasan ini terdapat rotan Kortalsia celebica yang daunnya mirip seperti sirip ikan. Batangnya untuk anyaman atau bahan pengikat. Termasuk suku Arecaceae (palem)

7. MUSA CELEBICA Warb.

Merupakan jenis pisang liar yang banyak dijumpai di hutan. “Batang” nya berwarna kemerahan. Jantung berwarna kuning dan pisang ini mempunyai banyak biji.

Pisang ini jarang dimakan manusia karena banyak biji tadi tetapi disukai oleh monyet sehingga dikenal dengan nama pisang monyet. Banyak jenis primata yang memakan pisang tersebut sebagai makanan pokoknya. Jenis ini termasuk suku Musaceae (pisang-pisangan).

8. RACEMOBAMBOS CELEBICA S.Dransf.

Diantara berbagai ragam jenis alunan bambo, terdapat juga jenis bambu yang tumbuhnya merambat. Jenis ini berpenampang sangat kecil, sekitar 1-2 cm. Daun-daunnya berupa pita dan bambu ini mempunyai banyak percabangan.

Jenis ini dimasukan dalam suku Bambosaceae, yang merupakan pisahan dari Poaceae (rumput-rumputan).

9. LICUALA CELEBICA Miq.

Berlainan dengan palem atau rotan yang memanjat ke atas pohon, maka tumbuhan ini mempunyai perawakan yang rendah, tinggi jarang mencapai 4 m. Jenis ini mudah dikenal karena daunnya bergerombol pada ujung batang, helaian daunnya berupa kipas atau jari-jari. Panjang helaian daunnya sekitar 45 cm . Perbungaan tumbuh tegak, berupa malai. Daun yang masih muda dapat dimanfaatkan untuk atap. Jenis ini lebih banyak dijumpai pada dataran rendah walaupun masih dijumpai hingga ketinggian 1200 m dpl. Jenis ini termasuk suku Arecaceae (palem)

10. STRONGYLODON CELEBICUS Huang

Salah satu tumbuhan memanjat atau liana yang mempunyai bunga unik adalah Strongylodon celebicus, termasuk suku Fabaceae/Papilionaceae (kacang-kacangan). Jenis ini batangnya mengayu, membelit, tumbuh dekat tepi sungai kecil di pegunungan taman nasional. Perbungaannya tersusun seperti pagoda yang menggantung, bunganya berupa kuku burung elang, berwarna merah jambon hingga putih, berukuran 3 cm. Buahnya berupa polong berbentuk bulat memanjang, berukuran sekitar 10 cm, dengan penampang 3 cm.

11. PHALAENOPSIS CELEBENSIS Sweet

Merupakan anggrek bulan khas Sulawesi. Daunnya mirip dengan bunga anggrek bulan biasa, tetapi berwarna hijau keperakan dengan stip-stip gelap, sedang bagian bawah berwarna keunguan. Oleh sebab itu sering disebut dengan nama anggrek lidah buaya. Bunga berwarna putih keunguan, berukuran lebih kecil dibandingkan dengan anggrek bulan. Walaupun sudah dibudidayakan dan dipelihara oleh pencinta tanaman hias namun di alam jenis ini sekarang sudah mulai sukar ditemukan.

12. GOODYERA CELEBICA Blume

Merupakan anggrek tanah. Daunnya agak berupa tombak, agak menyempit, berwarna hijau dengan urat-urat warna putih. Iasanya hidup dilantai bawah hutan pada tempat yang lembab dan banyak humus. Cobalah memperhatikan langkah kita pada waktu berjalan menjelajahi hutan mungkin jenis ini dapat kita jumpai.

13. MACODES CELEBICA Ralfe

Jenis anggrek ini mempunyai daun dengan warna gelap mirip dengan daun pohon yang sudah luruh. Namun kalau diperhatikan maka akan nampak bahwa pada permukaan daun tersebut terdapat urat-urat berwarna kuning emas, mengingatkan kita akan kaligrafi sehingga orang sunda menyebutnya anggrek aksara. Perbungaannya tumbuh tegak, berukuran sekitar 20 cm, bunganya berukuran kecil.


14. DILLENIA CELEBICA Hoogl.

Jenis ini sangat berkerabat erat dengan Dillenia serrata Thunb. (dongi), namun dibedakan karena gagang daun lebih panjang dan jumlah daun buah lebih sedikit. Tumbuhan berupa pohon kecil, tinggi kurang dari 10 m, batang licin, berwarna agak kemerahan. Salah satu penciri untuk kelompok marga ini adalah bunyi ‘kres’ bila rantingnya kita patahkan. Daunnya bundar telur dengan urat daun sejajar. Kelopak saling bertunggangan membentuk bola. Adapun D.serrata tidak mempunyai daun mahkota, dan buah atau biji berdaging, berwarna kuning dan dapat dimakan.

About these ads

About in'am

hi, my name Inam, I live in the exotic Sulawesi Island of Indonesia. For awhile,I work as social worker in the international ngo's that concern in forest conservation.

Posted on Maret 31, 2009, in Alam Kita. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Salam..Anggrek.l

    Mau tanya apa benar Macodes celebica disebut juga anggrek aksara? lalu bagaimana dengan Macodes pentola?

    Trimakasih….

  2. Hello admin yth.,

    lebih informasi dari Diospyros celebica: Buku dari Adam Malik: “Untersuchungen über waldwachstumkundliche Grundlagen zur Bewirtschaftung der Baumart Diospyros celebica in Indonesien (bahasa Jerman), yang baik.

  3. mas alangkah baiknya mungkin bila diberi atau dilengkapi dengan gambar, agar pembaca dapat mengetahui dengan jelas.. makasih mas infonya yg bisa menambah pengetahuan kita aar dapat menjaga kelestarian alam.

    boleh kan kita tukeran link??

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: