Pelatihan Beternak Lebah Madu Hutan

apiary3.jpgCukup lama dinantikan, akhirnya datang juga.Beginilah kira-kira ungkapan masyarakat desa Kapiroe merespon inisiatif program pengembangan usaha alternative, yang difasilitasi oleh The Nature Conservancy.Ini bukanlah kali pertama bagi TNC untuk memberdayakan masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar Taman Nasional Lore Lindu.Namun di desa Kapiroe, adanya TNC sungguh menjadi harapan baru untuk memulai perubahan pengelolaan sumber daya alam yang lebih berprinsip pada kelestarian, keberlanjutan, manfaat dan pemberdayaan. LKD Lagamba Ngata Kapiroe dan Kelompok Peternak Lebah “Semangat Baru”, bisa jadi menjadi pionir untuk menuju cita-cita tersebut. Sabtu, 12 Januari 2008, Kelompok Peternak Lebah madu di Kapiroe yang beranggotakan 20 orang, untuk kali pertama menerima pengkayaan pengetahuan dan ketrampilan praktis bagi pemula untuk beternak lebah madu. Bapak Alimun, seorang yang telah puluhan tahun menekuni dan telah merasakan manfaat beternak lebah madu, membagikan pengalamannya kepada Kelompok peternak lebah di Kapiroe. penuturan bahasa yang sederhana, yang kerap mencampur bahasa Indonesia dengan Kaili Ta, justru menciptakan suasana pelatihan menjadi lebih dinamis dan hidup.Praktis tiga jam digunakan untuk tanya jawab dilalui tanpa terasa.Tentu saja, agar tetap sistematis diskusi itu tetap mengacu pada modul yang sebelumnya telah dibagikan. Kesannya, peserta pelatihan mudah memahami materi pengenalan jenis lebah (Apis Cerana dan Apis Nigrocinta), karasteristik jenis lebah, pola membangun sarang dan koloni, membedakan lebah ratu, jantan dan pekerja, teknik pengandangan lebah liar, pemilihan jenis kayu untuk stup, jenis-jenis pakan lebah, hama dan tips mengatasinya, cara-cara pemanenan, dan pengenalan alat-alat dan bahan utama dalam memulai beternak lebah (kurungan ratu, masker, smoker, pakaian pengaman, pisau, baskom, tali plastic, dll). Sesi kedua, adalah praktek teknik pemanenan madu.Kegiatan ini dilakukan diluar ruangan (pekarangan), dengan memanfaatkan empat stup siap panen yang sebelumnya telah disiapkan.Sesi ini lumayan menarik perhatian masyarakat yang tidak terlibat dalam pelatihan tersebut. Alhasil, warga beramai-ramai melihat praktek panen madu. Dengan penuh kesabaran Bapak Alimun memberikan contoh bagaimana teknik panen tersebut, mulai dengan mengangkat frame, memilih sarang dan menunjukkan batas-batas sel sarang untuk madu, ratu, jantan dan pekerja, mengiris sarang hingga memeras madu. Yang paling menakjubkan adalah perubahan sikap peserta pelatihan. Awalnya, mereka cenderung kuatir dengan sengatan dan was-was untuk mendekati bahkan membuka stup lebah. Namun secara perlahan kekuatiran tersebut berangsur hilang, ketika kotak lebah mulai dibuka, ratusan lebah pekerja beterbangan di sekitar mereka tanpa satupun yang menyengat. Percaya diri yang tumbuh tersebut semakin memupuk semangat bahwa mengapa tidak mencoba membudidayakan lebah? Bahkan di sela-sela panen madu, Bapak Alimun mempraktekkan pengobatan alternatif yang memanfaatkan sengatan lebah untuk mengobati jenis-jenis penyakit tertentu. TNC pada kesempatan ini berkomitment untuk mendampingi kelompok peternak lebah madu di desa Bobo dan Kapiroe termasuk memberikan bantuan peralatan. Menyusul kelompok yang ada di Bobo yang sebelumnya telah menerima beberapa peralatan (masker, smoker, sarung tangan dan stup super), maka kelompok di Kapiroe-pun kedepan akan memperoleh dukungan yang sama. Bahkan karena pertimbangan bahwa kelompok di Kapiroe masih benar-benar pemula, TNC telah menyediakan dua stup lengkap dengan koloni lebah untuk masing-masing anggota kelompok. Pasca pelatihan, masing-masing anggota kelompok telah menerima satu unit stup plus dengan koloni. Satu stup lagi direncanakan akan diberikan pada bulan Februari 2008, bersamaan dengan masker, smoker dan sarung tangan karet. Desa Kapiroe adalah satu dari dua desa (desa Bobo) di Kecamatan Palolo yang telah memiliki Kesepakatan Konservasi Masyarakat (KKM) untuk kolaborasi pengelolaan TNLL. Budidaya lebah madu, sebenarnya sudah dikenal oleh masyarakat Kapiroe, bahkan beberapa warga dulunya pernah membudidayakan melalui pengetahuan yang diperoleh dari informasi antar masyarakat. Belum pernah ada instansi atau pihak luar yang memberikan pengetahuan teknis, sehingga usaha ini hanya dijalankan “seadanya” saja. Padahal tidak jarang masyarakat Kapiroe menjumpai koloni-koloni lebah (yang bisa diternakkan), di sekitar rumah, pekarangan dan kebun.Cenderung mereka lebih memilih mengusir koloni lebah tersebut daripada memeliharanya.Hal ini wajar, karena rata-rata meraka awam dan kuatir jika sewaktu-waktu diserang (disengat) oleh lebah. Meskipun sebenarnya mereka juga mengetahui dan menyukai madu yang dihasilkan oleh lebah-lebah tersebut.

27 pemikiran pada “Pelatihan Beternak Lebah Madu Hutan

  1. Saya tertarik dengan budi daya lebah madu. Kapan ada pelatihan seperti ini lagi di Makassar ?
    Kalo ada jadual di Makassar, mohon diberitahukan/disampaikan kepada saya.

  2. Saya ingin mengadakan pelatihan seperti ini didaerah saya. kemanakah saya dapat mengikuti pelatihan ini dan bagaimana mendapatkan bibit lebahnya
    terimakasih

  3. saya tinggal di Bandung, Kalau saya ingin dan mau berternak madu bagaimana dan ke siapa yah menghubunginya.
    Terimakasih

  4. Bagai mana caranya memulai membudidayakan Lebah Madu? Saya sangat tertarik sekali dengan budi day lebah Madu, karna dihalaman belakang rumah saya ada terdapat sarang lebah Madu namun saya kebingungan untuk membudidayakannya, sehingga saya mengngambil Lebah dari sarang tersebut hanya sebisanya saja.

  5. saya sangat tertarik pada budidaya lebah madu,saya tinggal d blitar,kapan ya ada pelatihan seperti ini di blitar,bagaimana ya langkah awal sebagai pemula seperti saya dan bagaiman cara memilih tempat yang cocok. . .terimakasih. . . . .

  6. saya orang bali, ,, saya sangt tertarik akan peternakan lebah ,,. bagaimana cara membudidayakannya ??
    secara profesional menjadi sebuah bussines.

    lahan dan tempat adalah sangat bagus di daerah saya . dan mencari lebah waktu saya kecil sudah menjadi kebiasaan ,
    tp tidak untuk sebuah bussines karena pengetahuan tntng lebah yang sangat kurang.

  7. Mohon informasi dimana kami dapat mengikuti pelatihan beternak lebah madu dan besarnya biaya yang hrs kami siapkan utk pelatihan tsb. Kami berdomisili di pulau Bangka, propinsi Kep. Bangka Belitung. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya

  8. saya tertarik dengan budidaya lebah madu,sangat berharap adanya pelatihan untuk wilayah blitar mohon petunjuk dan informasinya

  9. saya tinggal di palembang, saya sangat berminat untuk beternak lebah madu, dimana saya bisa mengikuti pelatihan “cara beternak lebah madu”. Ada nggak tempat pelatihan di kota tempat tinggal saya sekarang atau daerah tempat pelatihan yang tidak jauh dari kota saya? mohon infonya danterimakasih!

  10. oh iya inikan pelatihannya tahun 2008 ya. Bagaiman sekarang kelompok yang di latih dulu. apakah masih tetap exist menerapkan ilmu yang didapat dari pelatihan. Bagaimana dengan pemasaran hasil madunya? apakah ada bantuan untuk memasarkan hasil panen mereka. adakah keterlibatan instansi dari dinas peternakan, pertanian, perkebunan, kehutanan, pemda atau intansi terkait lainnya.? Bagaimana kualitas madu yang dihasilkan ? apakah telah ada uji standart kualitas yang dihasilkan kelompok ini sehingga membantu proses pemasaran,. Bagaimana pula kemasan/packagingnya ? saya sekarang kuliah di Universitas`Brawijaya mengambil prrogram S3 ilmu ternak. Sekarang saya mengambil mata kuliah tentang Stategi Pengembangan Ternak Non Ruminansia, salah satunya adalah Lebah Madu. Guru Besar /Prof Ahli Lebah Madu ada di UB dan telah banyak membantu propinsi yg ingin mengembangkan ternak ini, pengembangannya tidak terbatas di madu saja tetapi, produk lain yang lebih berkhasiat dan komersil spt royal jely, propolis , dll .SulawesiTngah belum pernah dikunjungi, karena belum ada permintaan dri daerah.

    • Iya kelompok masih exist sampai sekarang, dan permintaan madu cukup tinggi di sana sampai kehabisan stok. Kelompok peternak madu sekarang sudah berkembang di 4 desa di Kec. Palolo.

  11. MAKASIH SUDAH MENJAWAB PERTANYAAN . DIK, BOLEH TIDAK KAKAK MINTA INFORMASI TENTANG KELOMPOK YANG BERKEMBANG SEKARANG ? NAMA NAMA KELOMPOK MEREKA, ANGGOTA, UMUR, LOKASI BETERNAK, PEROLEHAN MADU SETIAP KALI PANEN ? SAYA BISA MEMBANTU MEMFASIITASI TEMAN-TEMAN DENGAN AHLI LEBAH MADU DARI UB JIKA INGIN PENGEMBANGANNYA LEBIH MAKSIMAL.. TAPI MUNGKIN SAYA PERLU INFORMASI AWAL TENTANG VEGETASI/TUMBUHAN BERBUNGA YG MENJADI PAKAN LEBAH DI DAERAH SETEMPAT, LUAS AREAL, INTRODUKSI TEKNOLOGI CARA BETERNAK LEBAH MADU YG DIKUASAI MASYARAKAT. MUSIM BERBUNGA, MUSIM HUJAN, MUSIM PANAS DAN JENIS LEBAH MADU YANG DIKEMBANGKAN DISANA. MAKASIH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s