Lore Peore Jadi Kecamatan Konservasi

piagam-peore1.jpgBersamaan dengan peresmian Kecamatan Peore oleh Bupati Poso Piet Inkiriwang pada Hari Rabu, 09 Januari 2008, masyarakat Kecamatan Peore yang terdiri dari 5 desa yaitu Desa Watutau, Wanga, Siliwanga, Betue dan Talabosa mendeklarasikan wilayahnya sebagai Kecamatan khusus konservasi. Pernyataan sebagai Kecamatan Konservasi di Lore Peore adalah pernyataan masyarakat yang kedua di Daerah Sulawesi Tengah setelah sebelumnya dilakukan oleh Masyarakat Lindu di Kabupaten Donggala pada peresmian Kecamatan Lindu 28 Desember 2007.
Desa di Kecamatan Lore Peore seluruhnya berbatasan dengan Taman Nasional Lore Lindu. Hal ini berarti akses masyarakat ke dalam kawasan Taman Nasional sangat besar. Namun demikian secara adat turun temurun kemudahan akses ini tidak dijadikan sebagai alasan pembenaran atas upaya perambahan dan pengrusakan keanekaragaman hayati di dalamnya. Sebaliknya mereka menerapkan sanksi adat bagi pelanggaran perambahan dan pengambilan kayu illegal yang dilakukan oleh masyarakat sekitar serta masyarakat luar wilayah mereka.
Piagam Peore yang menyatakan komitmen masyarakat Lore Peore untuk memberlakukan Kesepakatan Konservasi Masyarakat (KKM), Aturan Adat atau lokal sebagai bagian dari aturan atau hukum untuk pengelolaan sumber daya hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya ditandatangani oleh Camat Lore Peore, Ketua Hondo Majelis Adat Pekurehua Tawaelia serta mengetahui Bupati Poso Piet Inkiriwang.
Hal penting dari penandatangan Piagam Peore ini sebenarnya adalah konsistensi masyarakat serta dukungan besar pemerintah dalam implementasi pelestarian Taman Nasional Lore Lindu. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Drs. Hari S. Kabi Ketua Hondo Majelis Adat Pekurehua Tawaelia di sela kegiatan Peresmian Kecamatan Lore Peore “Kami ingin Bupati dan semua orang tahu bahwa masyarakat adat Pekurehua Tawaelia terutama di Lore Peore memiliki kearifan lokal dalam pelestarian Taman Nasional Lore Lindu dan kami ingin terus melakukan itu, tentu dengan dukungan dan peran serta semua pihak termasuk pemerintah. Sebab kami yakin Taman Nasional Lore Lindu mempunyai fungsi besar bagi keberlanjutan pembangunan di Lore khususnya dan Sulawesi Tengah umumnya, seperti penyedia sumber mata air dan pencegah bencana.”

Satu pemikiran pada “Lore Peore Jadi Kecamatan Konservasi

  1. Saya terkesan sekali melihat potensi wilayah di Lore Peore hanya saja ketika ada moment-moment tertentu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mengangkat nama wilayah ini agar lebih dikenal secara luas, masyarakat lokal cenderung bersifat fragmatis. kemungkinan besar hal ini disebabkan kurangnya informasi dan pencerahan kepada masyarakat sehingga moment-moment penting itu hanya berlalu begitu saja. contoh, ketika kami berusaha untuk membuat pondok anggrek di ds. Siliwanga, mencoba untuk menggali kembali bagaimana trdisi membuat kain dari kulit pohon yang ada di sana, rasanya tidak ada dukungan dari masyarakat lokal, sehingga kesannya sulit untuk diajak maju. Kami ingin saudara-saudara kami di Lore dapat melangkah lebih maju dalam banyak hal, dan itu semua timbul dari dalam lubuk hati kami yang paling dalam. lebih-lebih secara pribadi saya pernah tinggal selama 1 tahun di Watutau. maaf selama ini saya telah kehilangan kontak dengan saudara-saudara diLore terutama di Watutau. Salam hangat saya kepada yang terkasih bpk. Amos Mondolu, Danramil yang dari Semarang, bpk Ama, sdr Lilo dan semua seudara di LorePeore, Tuhan memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s