Anoa, kerbau kate yang terancam punah..

anoa_1Meskipun bentuknya mirip sapi sejatinya anoa ini adalah satu rumpun dengan kerbau dengan nama ilmiah Bubalus quarlesi dan Buabalus depresicornis. Satwa liar ini sangat ditakuti karena sifatnya yang agresif dan pemarah dan tanduknya sangat tajam yang menjadi senjata andalannya. Sudah banyak korban manusia yang menjadi sasaran kemarahannya bahkan sampi meninggal dunia. Meskipun satwa ini sangat ditakuti tapi banyak perburuan menggunakan jerat yang membunuhnya. Di kaki gunung Rorekatimbu sebelah utara banyak sekali dijumpai satwa ini. bahkan ada juga warung makan yang menyediakan daging anoa di Pada Hai Kabupaten Poso. Ukurannya yang kecil sebesar rusa dengan warna gelap membuat satawa ini sukar sekali ditemui dalam hutan. Peranannya dalam ekologi hutan adalah sebagai agen penyebar tanaman hutan dan membuka peluang biji tumbuh dengan terbukanya rumput-rumputan dan paku-pakuan yang mengalangi masuknya sinar matahari. Sangat sedikit sekali penelitian tentang satwa ini.

Wilayah-wilayah ketinggian tinggi memiliki lebih banyak tanda-tanda kehadiran Anoa, ketinggian menengah kurang melimpah dan dataran rendah sangat sedikit tandatanda yang ditemukan, tanda-tanda yang tidak ada atau sangat jarang tidak dicatat dalam penelitian ini. Alasan untuk hal ini dapat disebabkan karena tekanan-tekanan manusia (akses ke hutan atau langsung dari berburu). Karena hal ini berkaitan dengan ketinggian, pemukiman penduduk lebih umum
pada ketinggian lebih rendah. Oleh sebab itu lokasi-lokasi ketinggian lebih tinggi sedikit terganggu dan mengalami sedikit gangguan dari berburu.Rorekatimbu adalah tempat yang sangat penting karena luasan hutan di altitude yang tinggi yang relatif besar. Tempat tersebut juga relatif tidak dapat dijangkau oleh masyarakat lokal, walaupun di masa lalu terjadi perburuan, akan lebih mudah untuk mengawasi wilayah ini di masa yang akan datang.  ancaman paling penting bagi Anoa adalah perburuan. Perburuan dilakukan oleh penduduk yang hidup dekat dengan wilayah-wilayah hutan dan nampaknya dijual secara langsung dalam skala kecil.  Para pemburu dilaporkan berjalan lebih jauh ke dalam hutan untuk memasuki wilayah wilayah yang masih memiliki populasi mamalia besar. Sebagai contoh 5-10 tahun lalu hal ini mungkin hanya berjarak sampai 3 km dari desa, tetapi sekarang sejauh 10km.  Sering penduduk tersebut berjalan jauh ke dalam hutan untuk mengumpulkan rotan dan damar serta sesekali berburu pada saat berada di hutan memakai jerat.  Karena sedikitnya jumlah data ekologi dan taksonomi yang tersedia saat ini, data yang ada tersebut tidak mungkin memberikan perkiraan lengkap mengenai seriusnya ancaman bagi kelangsungan hidup Anoa.

###

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s