Lagi…Banjir dan Longsor di Palolo

Senin, 21 Juli 2008 pukul 19.00 – 22.00 wita, banjir disertai tanah longsor menerjang Karawe-rawe sebuah lokasi yang berada di desa Rejeki dan Berdikari Kecamatan Palolo. Bencana tersebut menyebabkan satu orang ( Harsini, 22 tahun) tewas tertimbun longsor, tak kurang 100 ha kebun coklat produktif rusak, 2 unit pembangkit listrik tenaga mikrohidro hanyut, 10 rumah tertimbun longsor, 15 rumah terancam longsoran dan rusak ringan, 264 kepala keluarga atau lebih 500 jiwa mengungsi. Longosoran tersebut sekaligus memutus akses jalan yang menghubungkan lokasi Karawe-rawe ke desa Berdikari dan Rejeki, karena tertutup oleh puluhan titik longsoran pada jalan sepanjang 8 km. Hingga hari Rabu, 23 juli 2008 pukul 10.30 wita, terlihat masyarakat masih mengevakuasi harta bendanya. Sementara unsur Tripika Palolo telah melakukan langkah-langkah evakuasi dan mengungsikan seluruh masyarakat yang bermukim di Karawe-rawe. Pada sentra pengungsian telah tersedia Pos kesehatan dan dapur umum, namun nampaknya tempat-tempat pengungsian tersebut sangat memprihatinkan karena hanya menempati kolong rumah panggung warga, dan tidak sepadan dengan jumlah warga yang ditampung. Saat ini bantuan yang telah terkumpul di pos kesehatan adalah beras 50 kg, Mie instan 5 doz, selimut 40 buah dari Dinas Sosial; obat-obatan, tenaga medis dan air mineral dari Puskesmas dan Polsek Palolo; 2 buah tenda terpal plastic dari partai politik. Satu regu Polisi dari Polres Donggala dan Kodim 1306 Donggala telah diterjunkan ke lokasi bencana untuk membantu mengevakuasi warga yang masih bersikeras tidak mau meninggalkan rumahnya. Sementara pemerintah daerah telah menyatakan bahwa daerah tersebut untuk sementara di “kosongkan” untuk menghindari korban susulan akibat longsor yang masih mungin terjadi. Hal tersebut dinilai tepat oleh sebagian besar warga masyarakat, mengingat longsoran yang ada masih terus bergerak dan hujan masih sangat mungkin turun, karena mendung tebal disertai gerimis kecil masih terus terjadi. Melihat volume air sungai Meno’o yang terus meningkat, kemungkinan pos pengungsian akan dipindahkan ke balai desa Berdikari. Bencana banjir dan tanah longsor tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang turun sejak hari Minggu 20 juli 2008, dan merupakan bencana terbesar sejak 1988. Pada kesejarahan bencana di lokasi ini, tercatat pada tahun 1988 pernah terjadi banjir besar pada sungai Meno’o, namun banjir ketika itu tidak disertai dengan longsoran. Tahun 2003, banjir juga pernah menimpa lokasi tersebut meskipun skalanya lebih kecil dari tahun 1988. Dampak banjir tahun 1988 dan tahun 2003, tidak sampai menimbulkan korban jiwa, hanya beberapa petak sawah yang rusak di desa Berdikari dan Rejeki. Karawe-rawe, sebuah lokasi perbukitan dengan sedikit dataran yang merupakan sepadan sungai Meno’o, yang terletak + 15 km pada sisi timur TNLL. Sebelum tahun 1990-an lokasi ini masih berupa hutan rimba, dan pasca tahun 1990 hutan mulai dibuka dan dialihfungsikan untuk kebun. Sementara menurut peta tata guna hutan propinsi Sulawesi Tengah, hutan wilayah tersebut adalah berstatus Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi Terbatas (HPT). 99% masyarakat yang bermukim adalah warga pendatang dari Selatan, namun kepemilikan lahan tidak seluruhnya adalah milik warga pendatang, sebagian lainnya adalah milik masyarakat dan pejabat dari kota Palu dan sekitarnya. Sejak tahun 1990 hingga 2008, lebih dari 200 ha hutan lindung dan HPT telah dibuka dan dialihfungsikan untuk kebun-kebun kakao. Masyarakat membudidayakan kakao pada lokasi dengan kemiringan 450-600. Alasannya sangat klasik, tidak punya pilihan lain ? (Suyanto Iben biawak)

Satu pemikiran pada “Lagi…Banjir dan Longsor di Palolo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s