Lebah Madu di Desa Kapiroe

Desa Kapiroe berada tidak jauh dari desa Bobo yang arahnya menuju ibukota Kecamatan Palolo di Desa Makmur.
Pada tanggal 19 Juli 2008 lalu, LSM The Nature Conservancy (TNC) melakukan pendampingan rutin untuk pemberdayaan kelompok peternak lebah madu di desa Bobo dan Kapiroe, Pendampingan ini dimanfaatkan untuk memeriksa stup-stup (kotak lebah) kelompok peternak lebah “Kunau Manete” desa Kapiroe. Pemeriksaan dilakukan secara bersama-sama yang melibatkan anggota kelompok petani lebah yang diketuai oleh Alimun, pendamping lokal, dan tiga orang staf TNC yaitu Erson Roby, Christopurus dan Suyanto.
Perkembangan yang nampak adalah stimulasi bantuan dua kotak lebah per-kelompok dari TNC mampu dikembangkan secara swadaya oleh anggota kelompok, sehingga kini sebagian anggota kelompok memiliki lebih dari dua kotak, bahkan Wely, salah satu anggota memiliki sepuluh buah stup, lima diantaranya sudah pernah dipanen. Hal positif lain adalah adanya masyarakat yang berminat bergabung dalam kelompok, misalnya Sukardi yang kini secara swadaya telah memiliki lima stup yang telah terisi dengan koloni lebah Apis Nigrocenta dan Apis cerana. Animo masyarakat atas program ini nampaknya diapresiasi.
Namun sayangnya, madu yang dihasilkan koloni lebah di desa Kapiroe jauh lebih sedikit dibandingkan dengan desa Bobo. Menurut Alimun, penyebab utama rendahnya madu adalah minimnya sumber pakan, musim hujan yang berkepanjangan dan kayu bahan stup yang tidak memenuhi syarat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s