Penerapan Mulok Konservasi di Lore

mulokBuku bertitel “Melestarikan Alam Negeriku” secara resmi diluncurkan oleh Camat Lore Utara di Aula Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Sulawesi Tengah pada tanggal 22 Oktober 2008. Buku yang diperuntukkan untuk siswa kelas 4, 5 dan 6 ini merupakan pegangan siswa dalam pelajaran muatan lokal Lingkungan Hidup dan Konservasi Taman Nasional Lore Lindu di Kecamatan Lore Utara, Lore Timur dan Lore Peore di Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah yang mulai diterapkan pada semester I tahun ajaran 2008/2009.

Dengan berisikan materi hutan, kawasan konservasi di Sulawesi Tengah, kenekaragaman Hayati di Taman Nasional Lore Lindu, berbagai contoh ancaman hutan dan penanggulangannya serta Megalit di Taman Nasional Lore Lindu buku ini diharapkan mampu memberikan kontribusi penting dalam upaya memberdayakan masyarakat sadar lingkungan sejak usia dini terlebih karena tempat tinggal mereka berada dekat dengan kawasan hutan lindung dan kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Pendik Afrian Firdianto, S.Hut.,MM Kepala Seksi SPTN Wilayah VI Wuasa mewakili Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu pada acara peluncuran buku bahwa buku dan program muatan lokal Lingkungan Hidup dan Konservasi Taman Nasional Lore Lindu adalah salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat untuk sadar lingkungan sejak dini. Hal yang dipupuk sejak dini akan mendarah daging dan menjadi kebiasaan hingga seumur hidupnya.

Survey Awal untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan prilaku siswa Sekolah dasar di Kecamatan Lore Utara, Lore Timur dan Lore Peore telah selesai dilakukan. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu 20-23 Agustus 2008 dengan jumlah sampel 292 responden diperoleh hasil sebagai berikut:

112 responden atau 38,4% responden sedang duduk di kelas 4. 31,2% atau 91 responden merupakan siswa kelas 5 dan 30,5% atau 89 responden lainnya merupakan siswa kelas 6. Dari seluruh responden diketahui 51,7 % adalah perempuan sedangkan 48,3% berjenis kelamin laki-laki. 170 responden atau 58,2% sampel mengatakan bahwa mereka pernah berkunjung ke hutan, 34,5% lainnya mengaku belum pernah sedangkan 6,8% sisanya mengaku tidak tahu/tidak yakin bahwa mereka pernah berkunjung ke hutan. 50 % dari total responden mengetahui bahwa hutan disekitarnya adalah Taman Nasional Lore Lindu, 40,4% menyatakan tidak tahu sedangkan 9,6% sisanya memberikan jawaban yang salah. 58,6% responden memberikan jawaban yang benar bahwa pengambilan hasil hutan yang berlebihan dapat menyebabkan hilangnya hasil hutan. 80,8% responden juga telah mengetahui bahwa penebangan hutan secara sembarangan dapat menyebabkan bencana banjir kekeringan dan longsor. Hanya 54,8 % responden mengetahui bahwa pembukaan kebun dalam hutan dapat mengancam kelestarian hutan dan hanya 22,9 % responden yang mengetahui nama binatang khas yang hanya hidup di Sulawesi.

Untuk sikap 75% responden menyatakan bahwa menghentikan perburuan di hutan Lore Lindu adalah penting, 91,4% menganggap bahwa menjaga hutan agar air bersih tetap mengalir juga termasuk hal yang penting. 63,4% responden merasa bahwa menghentikan kegiatan menebang kayu di dalam hutan adalah penting untuk dilakukan, 25,3% responden menganggap tidak penting dan 11,3% lainnya mengaku tidak tahu atau tidak yakin apakah kegiatan tersebut penting atau tidak. 83,8% responden menjawab bahwa penting untuk menanam kayu demi kebutuhan di masa depan 8,9% menganggap tidak penting dan 7,2% sisanya mengaku tidak tahu.

Dari segi perilaku 46% responden mengaku sulit untuk menyarankan kepada orang lain untuk tidak menebang pohon, 38,5% responden mengaku mudah melakukannya dan 15,5% tidak tahu. 61,6% responden mengaku mau menyarankan kepada orang lain agar tidak memburu satwa liar yang dilindungi, 21,9% mengaku tidak mau sedangkan 16,4% mengaku tidak yakin akan melakukan atau tidak. 84,6% menyatakan mau bila diajak dalam kegiatan menanam pohon. 90,4% menyatakan mau menjaga kelestarian hutan bersama masyarakat yang lain untuk menjamin ketersediaan air bersih.

Dari hasil survey ini maka program muatan lokal Lingkungan Hidup dan Konservasi Taman Nasional Lore Lindu merupakan salah satu strategi yang diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap dan prilaku terutama siswa Sekolah Dasar di Desa sekitar Taman Nasional Lore Lindu ke arah yang lebih baik. Semoga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s