Panggung boneka Maleo di morowali

puppetPanggung boneka ini dirancang untuk kampanye pelestarian alam Morowali yang unik. Bertempat di SD 2 kolonodale anak-anak ramai mendekati panggung hijau dengan background gambar hutan sulawesi ini. Ceritanya tentang burung maleo yang bernama Ale terancam oleh pemburu si brewok. Tapi 2 anak Sekolah ini mampu menyelamatkan maleo dari gangguan pencuri telur maleo. Setelah berlatih selama 2 hari anak-anak ini mampu membawakan cerita dengan baik, tepuk sorai penonton atau ketawa karena kelucuan yang terjadi. Panggung boneka juga dimainkan di beberapa sekolah lain di sekitar cagar alam dalam program visit school yang di lakukan oleh TNC bersama perkumpulan Anak Alam Morowali. Pengetahuan yang baik sejak dini tentang hutan morowali sangat penting. Disamping untuk menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kelestarian dan meningkatkan pengetahuan untuk memanfaatkan alam tanpa merusak.

Berikut ini naskah Panggung Boneka, yang dibuat oleh guru-guru di SDN 2 Kolonodale dan dimainkan oleh siswa-siswanya.

Aco: “Selamat Pagi Le!”

Ele: “ Selamat Pagi Co!”
“ Mari silahkan masuk”

Aco: “ bagaimana dengan tugas yang diberikan oleh Ibu Guru”

Ele: ” Tugas apa Co??”

Aco: ” Itu tugas kita mengenai mengenai mencatat jenis-jenis hewan langka”

Ele: O…iya ya hampir lupa , untung aja kau datang”
” bagaimana kalau kita bahas bersama?”

Aco: ” Ayo! Bagaimana kalau di antara hewan-hewan langka itu kita bicarakan tentang burung maleo? Karena burung maleo adalah salah satu satwa langka dan harus dilindungi yang ada di daerah kita Morowali ini”

Ele: ”Oh ya betul sekali Co” (Sambil mengangguk-angguk)
”Bagaimana kalau sekarang kita langsung ke tempat burung maleo?”
Aco dan Ele: (Mereka berdua menuju ke tempat maleo dengan cara terpisah, keluar panggung)

Ale: (Ale masuk ke panggung) “Wah, cerah sekali hari ini”

Aco: (Aco masuk ke panggung) ”Bukankah kamu burung Maleo? Namaku Aco, siapa namamu?”

Ale: ”Orang tuaku memberi nama aku Ale, tapi mereka berdua sudah mati ditangkap penjahat Si Brewok”

Si Brewok: (Si Brewok masuk ke panggung dan ketawa) ”Huahahahahaha…rupanya kamu di sini. Saya tangkap kamu Ale!” (Si Brewok menangkap Ale)

Aco: ”Aleeeeeee…Aleeeeee…Lepaskan dia penjahat!”

Si Brewok: ”Mau apa kamu? Sekarang si Ale sudah berada di dalam genggamanku”

Ale: “Lepaskan aku…lepaskan aku…”

Si Brewok: ”Hai bocah kecil mau apa kau ke tempat ini?”

Aco: (Sambil ketakutan menjawab) “Saya ke sini untuk melihat langsung burung Maleo”
Si Brewok: “ Burung maleo di sini sudah saya tangkap dan habisi semua”

Aco: “Apa katamu? Apa kau tidak tahu bahwa burung Maleo dilindungi pemerintah karena sudah hampir punah?”

Si Brewok: “Saya tidak peduli! Kamu saya tangkap” (Sambil menangkap Aco)

Aco: (Sambil menangis berteriak minta tolong) “ Tolooooooooooong…..tolooooooooong”

Ele: (Ele masuk ke panggung) “Lepaskan itu adalah temanku”

Brewok: ”Kamu temannya? Saya tangkap kamu juga!”

Polsus (Pak Sau): ”Apa yang kamu lakukan terhadap kedua anak ini dan burung Maleo?”

Si Brewok: ”Mereka telah mengganggu kesenanganku mengambil telur dan burung maleo”

Polsus (Pak Sau): ”Kamu saya tangkap? Karena telah melanggar aturan tentang pelestarian tentang satwa langka. Maleo adalah burung yang hanya ditemukan di Pulau Sulawesi. Burung maleo adalah burung yang istimewa, telurnya seberat lima kali telur ayam. Saya bawa kamu ke kantor”

(semua keluar panggung)

(Si Brewok dan Polsus masuk kemudian Pak Rt masuk dari arah yang berlawanan)

Pak RT: “Apa yang telah terjadi?”

Polsus (Pak Sau): “Begini Pak RT, Si Brewok saya temukan di hutan dan sedang menyandera anak-anak serta menangkap dan mencuri burung Maleo”

Pak RT: “Brewok, mulai sekarang kamu tidak boleh seperti itu lagi karena burung Maleo salah satu satwa langka yang ada di kabupaten kita dan harus kita jaga kelestariannya”

Si Brewok: “Iya Pak…saya berjanji tidak akan mengulangi pekerjaan ini”

Polsus (Pak Sau): “Brewok, kamu sekarang akan diproses hukum”

(Pak RT, Polsus dan Si Brewok keluar panggung)

(Aco, Ele dan Ale masuk ke panggung)

Ele: “Teman-teman, kita harus ikut serta dalam menjaga kelestarian burung Maleo”

Aco: ”Apabila ada yang mengetahui pencurian burung maleo dan telurnya sepaya melaporkan kepada pihak yang berwajib”

Ale: ”Hutan adalah rumahku. Jangan rusak hutan kita karena selain buatku hutan juga bermanfaat bagi kalian”

(Semua pemain masuk ke dalam panggung kemudian hormat kepada penonton dan berkata) ”Sampai jumpa…”

###

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s