Madu dan Khasiatnya Untuk Kesehatan Kita

madukuMadu sudah sangat dikenal oleh masyarakat sebagai bahan alami yang berkhasiat tinggi bagi kesehatan dan kebugaran kita sejak ribuan tahun yang lalu.
Dalam Al Qur’an Sendiri diterangkan manfaat madu bagi kesehatan dalam Surah An-NAhl: 69

“Kemudian makanlah dari setiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan. Dari perut lebah itu keluar madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya dari yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan.”

Dari hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa 1000 gram madu bernilai 3280 kalori, atau setara dengan kalori dari 50 butir telur atau 5.575 liter susu atau 1.680.000 gram daging. Kalori madu berasal dari fruktosa 41%, glukosa 35% dan sukrosa 1.9%. Madu juga mengandung vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, C, D, E, K, urik acide dan asam nicotinat.
Di dalam madu juga terdapat kandungan mineral dan garam seperti zat besi, sulfur, magnesium. kalsium, kalium dan sodium, antibiotika dan enzim pencernaan.
Gula madu dapat langsung diproses oleh tubuh menjadi energi, sedangkan gula pasir atau bahan makanan lain untuk menjadi energi harus diproses terlebih dahulu oleh enzim pencernaan. Karbohidrat madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya adalah 17.1% air;82.4% karbohidrat;0,5 % protein, asam amino, vitamin dan mineral. Karbohidrat tersebut utamanya terdiri dari 38,5% fruktosa dan 31% glukosa. Sisanya 12,9% karbohidrat yang terbuat dari maltose,sukrosa, dan gula lain. sebagai karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok energi sebanyak 64 Kalori.
Menurut Dr Filatov, ophthalmologis dari Rusia, madu pun mengandung perangsang biogenik yang berperanan meningkatkan kesegaran tubuh. Laporan penelitian di rumah sakit Rusia telah membuktikan bahwa madu dapat menyembuhkan luka-luka pada usus dua belas jari, memperlancar peredaran darah dan dapat menormalkan komposisi darah. Madu yang dioleskan pada luka bakar atau infeksi, menurut hasil penelitian dapat mengeringkan luka tersebut dalam waktu 10 hari. Diketahui pula bahwa madu dapat mengeluarkan glutathion dari luka sehingga mempercepat sembuhnya luka atau infeksi.
Untuk membuat 100 gram madu, setiap koloni lebah harus mendatangi satu juta tangkai bunga. Sedangkan serbuk sari/polen diangkut dalam kantung tepung di kakinya. Di dalam sarang, nektar diolah menjadi madu, lilin, dan royal jelly yang menjadi makanan utama lebah ratu. Vitamin pada madu antara lain B2 (riboflavin) dan B6 (pirodoksin) yang berperan dalam metabolisme protein dan mencegah penyakit kulit. Ada pula B3 (asam pantotenat) dan H (biotin) yang berperanan dalam metabolisma lemak dan protein serta menghambat penyakit kulit seperti eksim dan herpes.
Oleh karena itu, madu banyak dimanfaatkan untuk kosmetik. Sejak Zaman Mesir dan Yunani kuno, madu digunakan di wajah agar tetap cantik, dan bersih.
Pada peternakan lebah madu yang sudah maju seperti di negara tetangga kita Australia, peternak menanam bunga-bunga sumber nektar untuk lebahnya. Sebagaimana halnya peternak kambing menyediakan hijauan sumber makanannya. Madu yang dihasilkan juga berbeda-beda, bergantung kepada sumber nektarnya. Ada madu apel, madu pir, madu anggur, dan sebagainya. Selain jenis bunga, faktor kualitas dan kuantitas madu juga sangat dipengaruhi oleh jenis lebahnya. Rasa dan jenis madu ditentukan oleh jenis bunga sebagai makanan lebah tersebut misalnya pelbagai jenis bunga daripada pokok yang berhampiran sarang lebah. Hasil madu juga amat dipengaruhi oleh cuaca dan iklim di mana bunga yang dihisap oleh lebah tersebut berada.

###

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s