REDD bagaimana akan diterapkan?

Apa itu REDD? pada dasarnya REDD (Reducing Emission from Deforestation from Developing Country)adalah sebuah mekanisme pembayaran kompensasi bagi negara-negara berkembang untuk menjaga hutannya. REDD sendiri sangat terkait dengan isu pemanasan global yang erat kaitannya dengan stok karbon. Hutan dengan pohon-pohonnya adalah stok cadangan karbon yang sangat erat kaitannya dengan pemanasan global ini. Ketika pohon ditebang akan melepaskan cadangan karbonnya keudara dan akan menambah emisi di atmosfer. Publikasi ilmiah internasional menyatakan bahwa kebakaran hutan dan ladang gambut di Indonesia pada tahun 1997 menyumbang 13 – 40% emisi karbon tahunan dunia [Page, et al., 2002]. Kemudian laporan yang dibuat Bank Dunia pada pertengahan tahun 2007 lalu, Indonesia ditempatkan sebagai kontributor emisi CO2 terbesar ketiga di dunia, setelah USA dan China.
Konsep REDD mulai diujicoba di beberapa negara termasuk Indonesia, setelah konferensi COP 13 di bali pada tahun 2007. Dan diharapkan dapat diterapkan pada tahun 2012 nanti. Di Indonesia beberapa NGO’s mengujicoba konsep ini pada beberapa level, ada yang tingkat kabupaten, ada yang tingkat site ada juga pada beberapa unit produksi seperti HPH dan kelapa sawit. Pada perkebunan kelapa sawit ini ada kaitannya dengan pemindahan lokasi calon perkebunan sawit dari wilayah hutan ke daerah yang bukan berhutan. Lokasi APL (Area Penggunaan Lain) yang biasanya diberikan ijin untuk pembukaan lahan sawit dalam banyak kasus merupakan area hutan dengan nilai konservasi tinggi.
Bagaimana Kesiapan Kita?
Study citra satelit yang dilakukan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agriculture Organization/FAO) menyebutkan tutupan hutan Indonesia mencapai 88 juta ha. Luasan hutan terakhir ini berpotensi diperdagangkan potensi karbonnya melalui mekanisme REDD dengan potensi sebesar US$ 6 milyar pertahun atau sekitar US$ 6.000 per hektar.
Departemen kehutanan sendiri telah merancang Permenhut untuk REDD sebagai dasar hukum penerapan REDD di Indonesia. Dan pada tanggal 11 Desember 2008 kemarin membuat aturan tentang tata cara permohonan demonstration activities [DA] untuk keperluan REDD di Indonesia dalam bentuk peraturan menteri kehutanan nomor P.68/Menhut-II/2008. Peraturan ini sendiri merupakan respon atas dilaksanakannya mekanisme REDD yang masih dalam tahap persetujuan di forum kebijakan internasional.
Namun yang masih menjadi pertanyaan sampai sekarang adalah:
[1] belum adanya kejelasan ke mana uang yang dihasilkan dari REDD tersebut: apakah ke pemerintah pusat, provinsi atau kabupaten/kota; [2] bagaimana hubungan antar pemerintah [Pusat- Daerah]dalam penyelenggaraan REDD tersebut.
[3] belum adanya kejelasan yang membedakan antara investasi publik dan investasi swasta.
Permenhut tentang DA ini adalah cara untuk “menguji dan mengembangkan metodologi, teknologi dan institusi pengelolaan hutan secara berkelanjutan yang berupaya untuk mengurangi emisi karbon melalui pengendalian deforestasi dan degradasi hutan”; yang kemudian diharapkan akan lahir desain pengelolaan hutan yang tepat untuk menjalankan REDD.
Lokasi yang bisa digunakan untuk DA ini adalah hutan negara dan hutan hak dan dilakukan oleh pemrakarsa yang terdiri dari :
1. Pemerintah,
2. Pemegang izin pemanfaatan hasil hutan kayu,
3. Pemegang/pengelola hutan hak,
4. Pengelola hutan adat,
5. Kepala kesatuan pengelola hutan.
Pemrakarsa ini terbagi antara yang swadaya dana dan yang bermitra dengan pihak lain.
DA ini harus mendapatkan persetujan dari menteri kehutanan. Persetujuan itu didapatkan setelah pemrakarsa mengajukan permohonan kepada menteri kehutanan dengan melampirkan rancangan DA dan dilampiri dengan status dan lokasi berikut peta lokasi calon areal, bentuk dan jangka waktu kerja sama, perkiraan nilai kegiatan, manajemen resiko dan rencana alokasi distribusi pendapatan. Jika disetujui, DA itu akan dilakukan paling lama dalam jangka 5 tahun.

###

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s