Daun Mimba (neem), si tanaman serbaguna

Posted on Updated on

pohon-mimbaDaun mimba (Azadirachta indica) dalam bahasa inggrisnya disebut neem adalah tanaman yang berasal dari India. Meskipun demikian tanaman ini banyak terdapat di Indonesia, dan biasa ditanam dipinggir jalan sebagai peneduh. Hampir seluruh bagian tanaman mimba bisa dimanfaatkan. Daun, kulit batang, bunga,ranting, bubur kayu dan minyak dari bijinya, semuanya berguna.Pohon Mimba dapat mencapai tinggi 9 meter hanya dalam waktu enam tahun, dan dapat tumbuh cepat di tanah tandus miskin unsur hara di daerah kering. Sehingga karakter pohon ini sangat cocok untuk reboisasi di daerah-daerah kering di Indonesia. Pohon ini sejak lama telah digunakan masyarakat untuk berbagai tujuan, untuk mengatasi aneka penyakit, pestisida nabati, bahkan bahan pembuat membuat sabun,pasta gigi, teh. Meski multifungsi daun mimba relatif tidak terlalu dikenal orang di Indonesia. Ini mungkin disebabkan oleh minimnya informasi yang beredar. Di negara asalnya di India dan sekitarnya daun mimba dijuluki pohon apotik desa. Ada lebih dari 40 bahan campuran dan ekstrak yang berasal dari pohon mimba yang telah diidentifikasi.

Di Indonesia telah banyak pihak yang memproduksi pestisida alami dari mimba,diantaranya oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), Balai penelitian Tanaman Serat dan Kapas (Balittas-Malang), Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro-Bogor) dan pihak-pihak swasta (PT. Nihon Seima), dan beberapa LSM yang peduli lainnya. Namun demikian hanya satu yang telah terdaftar dan mendapat ijin dari Komisi Pestisida–Departemen Pertanian. Prosesnya pendaftaran pestisida agak rumit (disamakan dengan pestisida kimia sintetis), yang paling utama adalah “Biaya” yang harus dikeluarkan relatif besar bila diukur dari para pengembang lokal yang umumnya bukan merupakan pengusaha besar dengan skala impor-ekspor. Untuk itu, jika pemerintah mempunyai itikad baik (Political will) untuk membatasi berkembangnya penggunaan pestisida kimia sintetis yang semakin waktu semakin meningkat dengan pencemaran lingkungan dan dampak negatif yang semakin meningkat pula, maka pemerintah harus mendukung berkembangnya penggunaan pestisida nabati, khususnya dari mimba ini, salah satunya dengan memberikan kemudahan perijinan dan keringanan biaya pendaftarannya.buah-dan-bijimimba

###

Iklan

16 thoughts on “Daun Mimba (neem), si tanaman serbaguna

    kangadam said:
    November 11, 2010 pukul 4:53 pm

    trimakasih atas infonya… boleh saya ambil sebagai tambahan informasi kan?

      yunzil had said:
      Oktober 2, 2011 pukul 3:30 pm

      saya membawa biji pohon neem dari ajman 80km selatan dubai, ia tumbuh subur di tanah padang pasir dgn air sekupnya disiram. siapa yang berminat, saya tea di kasih tahu sama tetangga saya yg orang inda, dgn minum daunnya bisa mencuci pencernaan. saya coba setlh minum, air kencing saya jadi jernih . siapa minat??

        nia meitisari said:
        November 26, 2011 pukul 1:13 am

        ya saya mau. boleh lah anda membagi bibit mimba kpd saya. posisi saya d palembang. atau ada saran t4 yg bs sya jangkau utk mdpatkannya?trims atas balasannya.salam

        doedoeng z. arifin said:
        Januari 17, 2012 pukul 10:59 am

        Saya berminat. bagaimana bisa mendapatkannya? Saya tinggal di daerah Tasikmalaya Jawa Barat, bisa dikontak via email dzarifin@gmail.com . dengan manfaat yang cukup besar, mudah-mudahan dapat menjadi apotik hidup di kampung kami. Terima kasih sebelumnya.

    http://infotekno-indonesia.blogspot.com/ said:
    Maret 8, 2011 pukul 3:33 pm

    makasih atas infonya..salam kenal…http://infotekno-indonesia.blogspot.com/

    friga said:
    Mei 2, 2011 pukul 2:11 am

    Thanks for the info..such a great info.. Apa ada jg di jakarta ga ya..?

    Labimo said:
    Mei 9, 2011 pukul 4:46 pm

    Good info, Seharusnya hal semacam ini dipublikasikan dan disosialisasikan oleh pemerintah karena sangat bermanfaat dan masyarakat tambah sehat dan aman dari penggunaan obat kimiawi.

    Mohon ijin Copy Paste. Thanks

    Bima Sakti said:
    Agustus 24, 2011 pukul 4:53 pm

    Karena Pemerintahanya Sakit jadi nggak seneng kalu lihat manusia yg sehat…

    Dwi Fals Airbrush said:
    November 21, 2011 pukul 7:34 am

    Apakah saya boleh membudidayakan tanaman ini??? kalau bisa caranya bagaiman…
    balas ya….

    samira said:
    Desember 26, 2011 pukul 11:25 am

    Kalo di sulteng tanaman ini banyak tumbuh di daerah mana ?

    lilis said:
    Januari 27, 2012 pukul 10:12 am

    heeeemmm…neem subur bgt tumbuh d dpan rmah q…sayang skali..masyarakat g mw memanfaatkan daun mujarab ithu .

      nia meitisari said:
      Februari 15, 2012 pukul 10:53 pm

      emg posisi ibu lilis dimana? apa ibu bisa membagi nya buat saya 🙂

      rudi said:
      Maret 20, 2012 pukul 6:27 pm

      aku mau…Teh Lilis dimana rumahnya?

    handayani said:
    Februari 21, 2012 pukul 12:37 pm

    salam kenal buat semua,saya sangat tertarik dgn pohon neem,apakah di jawa tengah sdh ada?kalau sudah ada di mana sy harus membeli bibit itu?trima kasih

      in'am responded:
      Februari 27, 2012 pukul 5:41 pm

      saya kira di jawa tengah banyak. Kalau disana disebut pohon mimba . biasa juga ditanam sebagai pohon peneduh di pinggir jalan.

    Dn said:
    Maret 19, 2016 pukul 7:37 am

    Temen temen pohon mimba banyak tumbuh di pulsu dewata ta bali hampir di setiap pinggir jalan, dan terkadang tanaman ini pun saya buat sendiri sebagai teh dan memiliki antioksidan yg baik, tanaman ini jg berguna sebagai herbal penyembuh dari berbagai macam penyakit☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s