Kayu eboni Sulawesi

Eboni (Diospyros celebica Bakh) merupakan salah satu jenis tanaman kayu endemik Pulau Sulawesi, dengan daerah penyebaran utamanya berada di Sulawesi Tengah. Jenis kayu Eboni biasanya tumbuh di hutan dataran rendah, sampai ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, dengan jenis tanah mulai dari tanah kapur, tanah latosol sampai podsolik merah kuning. Dengan kata lain, kayu hitam hidup di daerah Miskin hara atau dapat dikatakan hidup di daerah yang kurang subur dimana daerah itu kurang zat-zat Nitrogen, Kalsium, Fosfor, Kalium. Kayu Hitam baru bisa hitam jika sudah berumur 100 tahun, dan kualitas kayu hitam yang bagus jika kayu tersebut tumbang sendiri, karena jika kayu hitam ditebang dalam waktu yang kurang layak maka kayunya tidak hitam dan kualitas kayu masih rendah.

Jenis kayu hitam yang ada di Sulawesi Tengah bermacam-macam. Mulai dari jenis Gubal, yaitu jenis kayu hitam yang di dalamnya terdapat banyak kandungan warna merah. Jenis kayu Gubal ini terdiri dari 2 jenis yaitu jenis Temasa (serat lurus dengan warna agak merah) dan Memasa (serat agak bengkok dengan warna agak merah). Pasaran Hongkong sangat menyukai jenis ini. Selain itu ada pula jenis Batang Matches, yaitu jenis kayu hitam yang berwarna hitam dengan serat lurus dari ujung ke ujung. Jenis ini merupakan jenis kayu hitam yang paling banyak terdapat di Kabupaten Poso dan termasuk jenis kayu yang paling mahal dan banyak diminati orang-orang pada umumnya.

Karena jumlah/populasi di alam secara drastis menurun, maka sejak tahun 1990 kayu eboni sudah dinyatakan sebagai jenis kayu yang terkena larangan tebang dan dilindungi (boleh dilakukan eksploitasi atas persetujuan dan ijin khusus dari Dephut). Peraturan larangan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 950/IV-TPHH/90, yang ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Tengah.

eboni1

Kayu Eboni sudah lama dikenal di dunia perdagangan internasional dengan nama Macassar Ebony. Karena sifatnya yang keras dan teksturnya yang indah, kayu ini biasa digunakan untuk leher papan-grip biola atau gitar berkualitas tinggi. Biola dengan neck dari eboni bisa mencapai 4000 euro perbuahnya. Dipasaran International harga perkubiknya bisa mencapai Rp. 30 juta.

Meningkatnya permintaan terhadap jenis kayu Eboni yang tidak diimbangi jumlah pasokan mengakibatkan peningkatan harga kayu ini di pasar luar negeri dari tahun ke tahun. Dan kayu eboni dalam beberapa tahun belakangan telah menjadi incaran aktivitas illegal logging dan penyelundupan. Perdagangan kayu eboni makin tak terkontrol ditengah maraknya penebangan liar oleh oknum tertentu untuk diselundupkan ke Tawau Sabah Malaysia lewat daerah pantai barat Sulteng. Kasus penyelundupan dan illegal logging eboni ini jumlahnya mencapai ratusan yang ditangani oleh Polda Sulteng.

Kini tak ada data pasti berapa tegakan eboni yang tersisa. Yang jelas hutan Sulawesi Tengah itu luasnya 4,5 juta hektar dan Kayu Hitam hanya terdapat di Poso dan Donggala.
Pemda Sulawesi Tengah kemudian melindungi sekitar 57 hektar, hutan kayu hitam di Maleali, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigimoutong. Tegakan kayu hitam di tempat itu 1.000 pohon. Menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah, Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus yang diambil dari Dana Reboisasi telah menurunkan proyek pemagaran lokasi itu. Untuk di kawasan kebun kopi, Kabupaten Donggala, Dinas Kehutanan juga kini telah menanam sekitar 50.000 hektar eboni. Umurnya saat ini sekitar 5 tahun lebih. Dari pihak Cagar Alam Panggi-Binangga pun saat ini sedang menjaga agar tegakan eboni bisa tumbuh dengan alami dan tidak dirambah.

Perkembangbiakan alami dengan biji yang jatuh di sekitar pohon induk dan akan tumbuh menjadi anakan Eboni sehingga anakan Eboni umumnya dijumpai banyak dibawah pohon induknya. Namun sudah jarangnya tegakan eboni di alam, nampaknya upaya penyelamatan tegakan eboni harus dilakukan dengan cara budidaya secara intensif. Berkaca dari pengelolaan silvikultur hutan jati di Jawa yang sudah “mapan”, faktor keberhasilan dari upaya silvikultur ebony tidak bisa dipisahkan begitu saja dari aspek sosial-ekonomi dan budaya masyarakat setempat sebagai salah satu kesatuan komponen ekosistem. Model pelarangan dan hukum formal ternyata tak memberikan hasil yang memadai untuk mencegah tindak penebangan liar.

###

4 pemikiran pada “Kayu eboni Sulawesi

    • Kalau di Jawa bisa tumbuh juga. Secara alami untuk mencapai derajat hitam kayunya lama banget bisa 100 tahunan lebih bos…Jadi kalau dibanding Jati lebih cepat Jati pertumbuhannya.

    • Kalau ditanam djawa selama persyaratan tumbuhnya sama dengan disulawesi, maka eboni akan tumbuh dengan baik.dari sisi pertumbuhannya dibanding jati eboni lebih lambat daur panen eboni 100 tahun.kalau mau tau lebih lanjut bagaimana membudidaykan eboni kami bisa membantu anda dengan hub kami difacebook edi kurniawan bulukumba

  1. Info yang menarik.
    Temasa dan Memasa itu sama sekali belum ada hitamnya atau sudah ada tetapi garis hitamnya jarang? di daerah mana bisa ditemukan? apakah masuk D. celebica juga atau diospyros lain?
    eboni batang matches serat-seratnya atau garis-garis/stripnya yg lurus?
    saya pernah dengar eboni sarang laba2, itu corak stripnya bagaimana dan tumbuhnya di daerah mana?
    Kalau saya mau cari info lengkap tentang eboni di Sulteng siapa yang bisa dihubungi?
    trims.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s