Membuat Kompos Dengan Keranjang Takakura

Masalah sampah menjadi problem utama di perkotaan di Indonesia dan negara berkembang pada umumnya. Sistem pengelolaan sampah yang masih belum tertata membuat semakin tidak tertanganinya sampah-sampah bahkan menyebabkan peurunan kualitas lingkungan. Berbagai inovasi pun dibuat untuk membantu memecahkan persoalan ini. Salah satunya adalah pak Koji Takakura yang asli jepang ini yang membuat keranjang Takakura.

Keranjang Takakura dirancang untuk mengolah sampah organik skala rumah tangga secara sederhana dan praktis. Bakteri yang terdapat dalam keranjang Takakura akan menguraikan sampah menjadi kompos, tanpa menimbulkan bau dan tidak mengeluarkan cairan. Ini adalah keunggulan pengomposan dengan keranjang Takakura sehingga disukai oleh masyarakat.

Untuk membuat keranjang Takakura, bahan yang dibutuhkan adalah:

1. Keranjang : bisa dari plastik, bambu, kawat ram tergantung kreativitas anda yang penting bisa mencegah tikus, kecoa mengacak-acak sampahnya.

takakura_02

2. Kardus bekas

3. Kasa plastik (bisa dicari di toko besi)

4. Sekam padi

5. kompos jadi untuk starter

  • Jahit Kasa disesuaikan dengan ukuran keranjang yang dipakai, lalu masukkan sekam kedalam kasa yang telah dijahit. Masukkan kedalam keranjang.
  • Siapkan doos bekas wadah kertas, air minum kemasan, atau bekas wadah super mi, asal bisa masuk ke dalam keranjang.
  • Masukkan kompos jadi ke dalam doos selapis saja setebal kurang lebih 5 cm. Lapisan kompos yang sudah jadi ini berfungsi sebagai starter proses pengomposan, karena di dalam kompos yang sudah jadi tersebut mengandung banyak sekali mikroba-mikroba pengurai.
  • Bahan-bahan yang sebaiknya dikomposkan antara lain: Sisa makanan dari meja makan: nasi, sayur, kulit buah-buahan. Sisa sayuran mentah dapur: akar sayuran, batang sayuran yang tidak terpakai. Sebelum dimasukkan ke dalam keranjang, sebaiknya dipotong-potong kecil-kecil . Proses perubahan sampah organik menjadi kompos akan lebih cepat terjadi bila sampah yang berasal dari sayur ataupun buah-buahan dicacah terlebih dahulu. Bila sayuran telah membusuk, cuci dulu sayuran tersebut, tiriskan. Aduk-aduklah setiap selesai memasukkan bahan-bahan yang akan dikomposkan. Bilamana perlu tambahkan lagi selapis kompos yang sudah jadi.
  • Cek apakah proses pengomposan berjalan dengan baik. Caranya dengan meletakkan telapak tangan kita di atas kompos. Bila terasa hangat, bisa dipastikan proses pengomposan berjalan dengan baik. Bakteri yang mendukung proses pengomposan sedang bekerja. Bila telapak tangan tidak terasa hangat, bakteri tidak bekerja maksimal. Bisa jadi kompos starter tersebut terlalu kering hingga memerlukan air. Percikkan air pada kompos tersebut. Pelan-pelan, suhu dari starter tersebut akan meningkat dengan bekerjanya mikroorganisme yang mengubah sampah menjadi kompos.
  • Bila kompos sudah berwarna coklat kehitaman dan suhu sama dengan suhu kamar, maka kompos sudah dapat dimanfaatkan. Umumnya, keranjang Takukura penuh antara 2-4 bulan, tergantung jumlah sampah yang dimasukkan. Bila sudah penuh, ambil sepertiga bagian paling atas. Kompos yang diambil tadi didiamkan 14 hari, barulah bisa dipakai. Sedangkan yang tetap tinggal di keranjang, bisa dipakai sebagai starter untuk pengomposan kembali.

%%%

5 pemikiran pada “Membuat Kompos Dengan Keranjang Takakura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s