Burung endemik Sulawesi

Sebagai zona peralihan dari Indomalaya ke zona Australasia, kawasan Sulawesi dikenal dengan endemisitasnya yang tinggi. Termasuk dalam hal ini keanekaragaman jenis burung-burung yang menghuni pulau ini. Ketika Alfred Russel Wallace mengunjungi pulau sulawesi setelah dari kalimantan, dia merasakan berada di dunia yang berbeda untuk avifaunanya. Suara burung di sulawesi terdengar lebih murung dan sangat berbeda jenisnya dengan yang ada Kalimantan.

wallacea

Sebagai sub kawasan dari biogeografis Wallacea, daratan Sulawesi mendukung avifauna penetap sekitar 224 jenis burung darat dan air tawar, yang 41 jenis diantaranya adalah endemik. Lebih dari 46 jenis terbatas di Sulawesi dan/atau pulau-pulau setelitnya termasuk Talaud, Sangihe, Banggai dan kep. Sula. Ada sepuluh marga endemik yang terbatas di dataran Sulawesi, termasuk taksa purba seperti Malia dan Geomalia, yang asal usulnya belum diketahui dengan pasti hanya dapat dikira-kira. Tingkat endemisme Sulawesi yang menakjubkan sama mengesankannya dengan yang dimiliki tetangga terbesarnya yaitu, P. Kalimantan (lima marga endemik 37 jenis endemik). Selanjutnya, avifauna endemiknya lebih banyak daripada wilayah daratan lainnya di muka bumi.

Sebagian besar jenis endemik Sulawesi terutama berada di pegunungan.Pulau-pulau pegunungan yang penting seperti Lompobattang, pegunungan semenanjung selatan mendukung endemiknya sendiri, yaitu sikatan dan juga sejumlah subjenis endemiknya yang khas. Kawasan yang terbatas ini memiliki implikasi khusus untuk konservasi, namun kemajuan ilmu pengetahuan terbaru kita tentang persebaran jenis-jenis endemik Sulawesi menunjukkan bahwa banyak jenis yang sebelumnya dianggap terlokalisasi secara geografi, yaitu terbatas semenanjung utara (lihat Streseman 1939) atau hanya satu atau dua puncak gunung, ternyata tersebar di seluruh pulau.Namun demikian, ada dua jenis (Kring-kring dada kuning dan Sikatan Matinan) yang memang terbatas keberadaannya semenanjung utara Sulawesi.Asal pola persebaran ini tidaki jelas tetapi mungkin berhubungan dengan pergerakan tektonik lempeng purba, yaitu Sulawesi yang terbentuk oleh tiga bagian daratan yang berbeda, dua jenis kacamata endemik Sulawesi, persebaranya terbatas di Sulawesi selatan dan tenggara. Kedua taksa ini kemungkinan wakil-wakil geografi yang sebarannya ada di teluk Bone Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s