Padi Ladang Suku Wana (Tau Ta’a)

padiladangTanaman padi ladang merupakan tanaman yang penting bagi komunitas Tau Ta’a (Wana) di Morowali sebagai bahan makanan pokok. Untuk tanaman semusim padi ladang, komunitas Tau Ta’a tidak melakukan pengolahan tanah, dimana lahan yang habis dibakar langsung ditugal untuk ditanami dengan benih padi. Penanaman dilakukan diantara batang-batang pohon tumbang yang menyebabkan luas pertanaman lebih kecil dari luas lahan yang dibuka. Bentuk permukaan lahan masih tetap sesuai aslinya, yakni pada umumnya bergelombang dan beberapa tempat akan mudah tergenang air pada saat musim hujan.

Sejak penanaman sampai pada pemanenan, pertanaman tidak pernah mendapatkan perlakuan apapun. Kehidupan tanaman pertanian sangat digantungkan pada daya dukung lingkungannya, terutama iklim. Pada kondisi daya dukung lingkungan cukup baik, tanaman akan berproduksi dengan baik dan sebaliknya apabila terjadi stress lingkungan produksi tanaman akan sangat menurun dan bahkan untuk tanaman padi hampir tidak ada panen.

Tanaman padi ladang panen pada umum 4 – 5 bulan tergantung jenis/varietas yang ditanam. Padi dipanen bulirnya kemudian diikat, dijemur dan disimpan dalam lumbung yang terbuat dari kayu. Padi diolah melalui penumbukan dengan lesung kayu menjadi beras pada saat dibutuhkan disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi.

Selain padi/beras, tanaman ubi kayu pada umumnya dimanfaatkan sebagai makanan pokok. Ubi yang dipanen diambil sari/kanjinya untuk direbus dan dikonsumsi sebagai makanan pokok. Ampas ubi dibuat bulatan sebesar bola kasti, dikeringkan di matahari dan selanjutnya di letakan di atas tungku memasak untuk pengawetannya. Ampas ubi ini apabila akan dikonsumsi, dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dikukus dan langsung dapat dikonsumsi sebagai makanan pokok cadangan apabila terjadi paceklik atau gagal panen.

Jenis -jenis tanaman padi lokal di Komunitas Tau Ta’a antara lain:

No

Nama Lokal

keterangan

1

Pae puyu tea

Padi pulut putih

2.

Pae puyu moje

Padi pulut putih

3.

Pae puyu meta

Padi pulut hitam

4.

Pae puyu bubuku

Padi pulut putih

5.

Pae saja

Beras putih

6.

Pae moraa

Beras putih

7.

Pae ufa

Beras putih

8.

Pae tobungku

Beras putih

9.

Pae bunga

Beras putih

10.

Pae rapa

Beras merah

11.

Pae nkuse

Beras merah

12.

Pae gondu

Beras putih

13.

Pae tovatu

Beras putih

14.

Pae borungan

Beras putih

15.

Pae ranta

Beras putih

16.

Pae ndato

Beras putih

17.

Pae bau

Beras putih

18.

Pae njengu

Beras putih

19.

Pae njongi

Beras putih

20.

Pae sambuli

Beras putih

21.

Pae tomori

Beras putih

22.

Pae langkai

Beras putih

23.

Pae refe

Beras putih

24.

Pae deli

Beras merah

Menikmati padi ladang yang baru saja ditumbuk memang beda rasanya dengan makan padi sawah kebanyakan,lebih harum segar dan enak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s