10 masalah utama menangkarkan kupu-kupu

kupu-kupuDengan 17,000 ribu pulaunya, kurang lebih 4.000 jenis kupu-kupu yang terdapat di Indonesia merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan demi perbaikan kesejahteraan masyarakat pedesaan, tanpa melecehkan lingkungan. Masing- masing jenis kupu-kupu mempunyai pakan inang (makanan bagi fase ulat) yang khas, sehingga kupu-kupu tertentu hanya terdapat di wilayah tertentu, dan bukan di lain-lain pulau. Oleh sebab itu, tiap pulau memiliki beberapa jenis yang endemik (khas bagi pulau tersebut) yang memberikan peluang khas pula bagi penangkar kupu-kupu yang berminat. Fase kupu-kupu yang diperdagangkan di pasaran ini adalah fase kepompong, dimana kupu-kupu dapat dikirim ke Taman Kupu-kupu tujuannya sambil beristirihat. Tujuan utama penjualan kepompong ini adalah Eropa dan Amerika Serikat, tetapi adapun Taman Kupu-kupu di Singapura, Penang, dan sekarang telah terdapat pula di Tabanan Bali, serta Taman Mini Indonesia Indah. berikut ini adalah beberapa masalah dalam penangkaran kupu-kupu:

1. Induk kupu-kupu saya tidak mau bertelur, apa yang terjadi ? Apakah induk tahan dalam kandang, misalnya bisa hidup seminggu? Apakah cukup persediaan bunga? Apakah pakan inang yang diberikan cukup segar dan merangsang? Coba ganti tumbuhan pakan inang atau pindah tempatnya – lain jenis kupu suka bertelur ditempat yang rendah, lain di tempat yang tinggi; lain di tempat yag bercahaya, 1ain di tempat yang sombar. Coba menangkap beberapa betina lagi, agar dipastikan ada yang telah kawin. Kalau semua ini tidak berhasil, coba simpan beberapa ekor ke dalam kandang kecil yang penuh dengan daun pakan induk, atau pot bungkusan juga boleh. Induk-induk ini semestinya diberikan minuman air gula minimal dua kali sehari, namun setelah 2-3 hari biasanya akan mulai bertelur. Wa1aupun telur yang dihasilkan agak sedikit dibandingkan peneluran di kandang yang luas, akan dihasilkan cukup untuk perkembangan satu generasi baru. Induk yang dihasilkan peternakan akan lebih jinak, dan akan lebih gampang bertelur di kandang nanti.

2. Ada jenis kupu-kupu yang cantik bak bidadari, tetapi kami belum tahu pakan inangnya.

Untuk mengetahui pakan inang kupu-kupu tertentu, perlu dilakukan pengamatan di lapangan. Bicari tempat dimana banyak kupu-kupu jenis itu terbang, kemudian diamati – untuk ini sebuah keker dapat membantu. Umumnya betina akan bertelur pada pagi dan sore hari, dan perilakunya cukup menonjol – dia akan terbang pelahan-pelahan dan masuk ke dalam daun-daunan, hinggap disini, hinggap disana. Ketika dia ketemu daun pakan inang yang diminatinya, ia akan berhenti disitu beberapa saat, perutnya diarahkan ke bawah daun, kemudian diletakkan telurnya disitu. Untuk memastikan bahwa itu betul-betul pakan inangnya, kita per1u ambil telur, dan memelihara ulat yang nanti menetas, sehingga diketahui seluruh daur hidupnya. Hal yang sama juga dapat dilakukan jika kita ketemu seekor ulat, ataupun sebutir telur, pada daun-daun tertentu – tinggal diambil ulat kemudian dibesarkan dalam kotak pemeliharaan atau kotak plastik dnegan memberikan pakan khususnya. Pada saat kupu- kupu menetas nanti, akan diketahui jenis kupu, bentuk ulat dan kepompong, serta pakan inangnya.

3. Kepompong saya tidak menetas, isinya kosong, dan ada lubang-lubang kecil tembus kulitnya.

Hal ini disebabkan serangan parasit sejenis tawon. Parasit ini meletakkan telurnya pada kulit ulat yang mau masuk, atau baru masuk, tahap kepompong. Kemudian anakan tawon (yang juga berbentuk ulat) akan memakan isi kepompong – kepompong yang dicurigai bisa dipatahkan dan kelihatan banyak ulat kecil didalamnya. Lubang-lubang pada kulit kepompong dibuat tawon dewasa ketika menetas dan mau keluar mencari pemangsa baru. Tentu ulat yang telah diserang akan mati, maka sebaiknya dibakar atau dikubur untuk menghindari muncul banyak tawon lagi. Kemungkinan besar kepompong dari ’angkutan’ yang sama juga terinfeksi maka sebaiknya dibuang pula. Parasit ini paling ganas, dan akan menghancurkan usaha peternak jika tidak waspada. Kain khasar yang dipakai untuk membungkus tumbuhan harus yang paling halus (XX lubang per cm) supaya tawon dewasa tidak tembus. Daun pakan inang mesti diperiksa dulu supaya tawon tidak numpang masuk ke dalam kandang ulat. Penyebab utama serangan tawon ini adalah pengambilan ulat dari alam – ulat dari alam hampir semuanya akan terinfeksi parasit – JANGANLAH MENGAMBIL ULAT DARI ALAM UNTUK KEPENTINGAN PENANGKARAN!

4. Kupu-kupu di kandang selalu hilang dan diketemukan sayapnya saja.

Hal ini disebabkan pemangsa yang masuk ke dalam kandang – biasanya kadal, cicak, atau tikus. Biusahakan tidak ada lubang dimana pemangsa besar bisa masuk. Kadal dan cicak bisa ditangkap dengan menggunakan 1em tikus pada jalannya, atau dalam sepotong bambu dimana binatang ini suka bersembunyi. Kalau kupu-kupu induk hilang, dan tidak diketemui sayapnya, curigalah semut merah (laga) yang sangat buas terhadap kupu-kupu. Diusahakan sarang semut dicari kemudian dibakar. Satu cara yang bisa bantu mengatasi masalah pemangsa adalah dengan digantungkan banyak 4enang dari langit kandang. Pada malam hari kupu-kupu akan bergantung disitu sehingga tidak mudah ditangkap pemangsa besar maupun kecil.

5. Kupu-kupu induk saya tidak tahan lama dikandang.

Kalau kandang tidak cukup rimbun, kelembaban akan turun dan kupu-kupu tidak akan tahan Iama – usahakan kandang disiram air sekali sehari pada musim panas. Jika persediaan bunga tidak cukup, atau tidak cocok untuk jenis kupu-kupu tertentu, kita bisa menambah sumber nektar melalui bunga potong yang ditaruh dalam air. Air gula dengan larutan satu sendok air kepada sepuluh sendok air bisa diminum kupu-kupu jika disajikan dalam piring kecil. Untuk merangsang kupu-kupu datang minum cukup taruh beberapa kembang bunga. Hati-hatilnh kalau taruh air gula – nanti semut pun juga termancing ! Kupu-kupu yang dihasilkan peternakan akan lebih tahan dikandang karena belum terbiasa terbang bebas.

6. Ulat sering mati sebelum menjadi kepompong.

Banyak penyebab kematian ulat, namun beberapa yang paling sering diketemukan adalah:pakan inang tidak cocok; ulat hanya dapat memakan jenis-jenis tumbuhan tertentu, kalau pakan inang tersebut tidak tersedia ulat akan mati. Jarang sekali ulat bisa terima lain jenis tumbuhan kalau sudah mulai makan satu jenis sebelumnya; daun yang disiapkan terlalu tua; umumnya ulat lebih suka makan daun muda, terutama pada instar pertamanya. Daun yang kotor dapat dicuci sebelum diberikan kepada ulat. Waspadalah agar tumbuhan tidak pernah kena pestisida dari upaya pertanian di sekitar; daun tidak diganti secara teratur; ulat akan kelaparan dan mati jika dibiarkan daun pakannya menjadi loyoh; terlalu banyak ulat di tempat peliharaan sehingga ulat-ulat terlalu padat, kena stress dan mudah diserang penyakit; kotak terlalu panas; jika kotak ulat diletakkan di cahaya matahari, atau dibawa atas seng, maka ulat sering kepanasan. Letakkan kotak ditempat yang sejuk, kemudin juga bisa dispoit dengan air melalui hand-sprayer, asal ulat tidak terlalu basah; ulat kena penyakit; kebersihan kotak pemiliharaan sangat penting untuk mencegah munculnya penyakit berupa bakteri atau virus. Setiap hari dibersihkan kotak dari kotoran ulat, daun tua, dan ulat yang mati – limbah sebaiknya dibuang jauh atau dikubur. Setelah selasai memakai kotak atau alat pemei1iharaan lainnya untuk satu ’angkatan’ ulat sebaiknya dicuci dengan larutan pemutih (Bayklin) dan dijemur di sinar matahari sebelum dipakai kembali. Jika banyak ulat dalam satu kotak mulai mati dengan gejala apapun, sebaiknya segera dibuang semua kemudian kotak dicuci dengan larutan Bayklin. Tangan kotor adalah wadah menjangkit penyakit juga – disusahakan cuci tangan sebelum berurusan dengan ulat, dan setelah berurusan dengan ulat-ulat yang mulai kena penyakit.

7. Persediaan pakan inang kurang cukup Diusahakan banyak sekali pakan inang disediakan disekitar halaman. Setelah dipakai tumbuhan dibiarkan isitirahat dan diberikan pupuk organik atau kompos – pupuk buatan (mis. NPK) akan menghasilkan daun yang terlalu lunak. Diperbanyak pakan inang yang penting, dengan pola stek, pembibitan, atau cangkokan sesuai dengan tanaman yang diharapkan. Ulat kupu-kupu adalah binatang yang sangat rakus – jangan coba pelihara terlalu banyak kalau persediaan pakan cuma sedikit ! Sebaiknya ulat yang kelebihan diafker pada saat masih kecil, sebelum sempat menghabiskan daun yang banyak.

8.Walaupun sudah beberapa kali diternakkan, lat-ulat mulai lemah, dan kupu-kupu mulai lemah dan kerdil, tanpa alasan yang jelas.

Setelah kawin-mawin selama beberapa generasi dalam penangkaran bisa muncul gejala lemah genetika, yaitu kupu-kupu dan ulat lemah dan mudah kena penykait. Cara untuk mengatasi ini yaitu dengan penangkapan induk-induk baru dari alam. Karena kupu-kupu jantan lebih gampang ditangkap, maka induk betina bisa berasal dari usaha sendiri, setelah menetas kemudian dikawinkan dengan jantan liar hasil penangkapan.

9. Kupu-kupu tidak menetas dari kepompong dengan baik. Untuk menghasilkan kupu-kupu yang baik, diusahakan agar kepompong tidak sering dipegang atau diganggu. Walaupun kepompong tergantung ataupun hanya diletak pada tempat khusus, diusahakan agar kupu-kupu yang menatas dapat 1angsung memegang dasar yang baik guna menarik diri keluar dari kepompong. Setelah menetas, seekor kupu-kupu akan buang air kotoran yang dapat mencemari kepompong yang lain dengan kemungkinan mengakibatkan penyakit nanti – diusahakan tingkat kebersihan yang baik.

10. Telur kupu-kupu tidak menetas, atau kelihatan tidak subur.

Untuk menghasilkan telur yang subur, induk betina perlu duluan kawin; yang ditangkap dari alam besar kemungkinan telah kawin, tetapi betina hasil penangkaran perlu dikawin. Untuk itu disediakan jantan segar dalam jumlah yang berseimbang. Ketidak suburan telur bisa juga berdasar lemah genetika (lihat bait 8 di atas). Penyebab tidak menetas telur biasanya karena serangan parasit berupa tawon yang sangat kecil. Jika telur dibiarkan lama ditempat peneluran maka hama ini diberikan kesempatan menyserang – diusahakan kumpulkan telur minimal dua kali sehari. Pada saat itu disusahakan agar semua telur dikumpulkan karena yang ketinggalan akan jadi sumber perkembangan hama. Untuk itu, disarankan paling banyak satu-dua pohon pakan inang diletakkan dalam kandang demi mempermudah pengambilan telur.

3 pemikiran pada “10 masalah utama menangkarkan kupu-kupu

  1. ako punyagg pohonn jambu d dependd rumma n ulatna banyagg bangedd teushh ako ambillind , ako taroo d wadahh geto.. maugna c d buang tapihh d pkr” kaciandd juga kandd d Surabaya uda jarangg bangedd adahh kupu”. teussh skrg ako tangkarinn d wadahh getoo emangg ga bebass c tapihh kmrn adahh yg uda jadii kepompong.. kira” bakall jd kupu” ga yahh? ako harabb c jadii… ako pgn liadd kupu” terbang d daerh lingkungannd akoo… kasii sarann dun biar usahha ako nglestariin kupu” brhasiil. jwbb via emaill yahh. trimma kasii…

  2. Terima kasih atas infonya yang sangat berguna. Orang tua saya menernakan kupu kupu sebagai hobi di rumah. Memang beberapa kali gagal karena terkadang kepompongnya di serang hama, terkadang juga kesulitan mencari makanan bagi ulat ulatnya.

  3. Alhamdulillah,,kalo masih ada orang seperti anda yang peduli dengan kehidupan kupu-kupu, yang notabene nivh ,,kupu-kupu tuch punya peranan penting dalam ekologi lingkungan. kalo pelihara ulat teruss jadi kepompong tentunya akan jadi kupu-kupu nantinya. cuman gak bisa dipastikan apakah itu sejenis ngengat atau kupu-kupu siang, yang seperti dilihat beterbangan di siang hari. tp biasanya kalo ulatnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s