Permainan alam

Permainan alam adalah suatu metode pendekatan dengan alam yang diperkenalkan oleh seorang ahli ilmu alam Amerika, Joseph Cornell, pada tahun 1979. Joseph Cornell mengembangkan permainan di Alam dengan:Filosofi permainan alam: Alam adalah guru terbaik untuk mengenalkan pendidikan lingkungan hidup dan dalam permainan alam tidak ada pengajaran tetapi berbagi pengalaman tentang alam.

Tujuan permainan alam:

Permainan alam dimaksudkan untuk membantu mendapatkan inspirasi dari alam karena alam adalah ibu bagi bumi. Dengan permainan alam diharapkan anak didik akan lebih merasa dekat, terbangkitkan rasa ingin mengenal alam, sehingga diharapkan selanjutnya dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Karakteristik permainan alam:

· Menggunakan kelima indera yang secara langsung dapat menambah pengalaman

· Umur maupun ilmu pengetahuan seseorang tidak berpengaruh

· Dapat dilakukan dengan mudah di taman dalam kota

· Orang dewasa maupun anak-anak dapat menikmatinya

· Permainan dapat disesuaikan dengan kondisi/ keadaan hati pesertanya

Metode permainan alam terdiri atas empat aktivitas, yaitu:

· Membangkitkan semangat/ antusiasme

Proses belajar di alam terbuka tidak akan banyak berarti bagi peserta bila dilakukan tanpa semangat dan tanpa adanya rasa tertarik untuk melakukan serangkaian aktivitas. Bagi peserta anak-anak, serangkaian aktivitas awal perlu dilakukan untuk ‘mengeluarkan’ energi yang masih tersimpan (bagi anak-anak yang pasif) sekaligus untuk menyalurkan energi berlebih yang mereka miliki (bagi anak-anak hiperaktif). Bagi peserta remaja dan dewasa, rangkaian aktivitas awal perlu dilakukan untuk memecahkan kekakuan (ice break), mereduksi sikap skeptis dan menciptakan kondisi partisipatif (keterlibatan aktif).

· Memusatkan perhatian

Dalam proses belajar di alam terbuka, semangat dan antusiasme belumlah cukup. Maka setelah peserta mulai bersemangat dan tampak siap untuk terlibat aktif dalam proses selanjutnya, perlu diterapkan rangkaian aktivitas yang pada intinya membawa peserta untuk mulai memusatkan perhatian pada hal-hal tertentu.

· Pengalaman langsung

Setelah peserta secara bertahap mulai memusatkan perhatiannya, mereka akan lebih peka dan peduli terhadap apa yang mereka lihat, dengar, sentuh, cium, dan mereka terima melalui intuisi. Pada tahap ini peserta diharapkan akan memperoleh pengalaman mengesankan dalam mengenali fenomena alam.

· Berbagi inspirasi

Rangkaian proses belajar yang telah mereka lalui akan memberikan makna lebih dalam bila ditutup dengan aktivitas berbagi pengalaman dan inspirasi antar sesama peserta atau mendengarkan cerita tentang pelopor gerakan lingkungan, cerita rakyat, maupun aktivitas lain yang mendukung proses berbagi inspirasi.

Tips dalam permainan alam:

  • Kurangi menggurui dan lebih banyak berbagi
  • Jadilah pendengar yang baik dan sensitif
  • Tariklah perhatian anak-anak secepatnya
  • Terlebih dahulu ajaklah anak-anak melihat dan merasakan secara langsung baru kemudian menerangkan
  • Dalam proses mengamati dan merasakan upayakan agar rasa kegembiraan merasuki jiwa anak-anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s