Permainan alam untuk memusatkan perhatian

1. Suara Alam

Materi pendidikan untuk permainan ini adalah penggunaan indera pendengar untuk mempelajari suara-suara di alam terbuka. Untuk memulai permainan ini, anak-anak diminta duduk bersila sambil memejamkan mata selama 2 menit (tergantung waktu yang tersedia). Setiap kali mendengar suara, masing-masing menghitung dengan jarinya. Setelah 2 menit, masing-masing diminta bercerita tentang suara-suara yang didengarnya dan arah suara itu berasal. Misalnya si A mendengar lima jenis suara yaitu suara burung (dua suara burung yang berbeda), suara angin menggesek daun, suara sirene polisi, dan suara buah jatuh dari pohon.

2. Warna-warni Alam

Materi pendidikan dalam permainan ini adalah penggunaan indera penglihat untuk mempelajari warna-warna di alam terbuka. Permainan ini dapat dirangkaikan dengan permainan suara alam; anak-anak diminta tetap duduk di tempatnya, lalu mereka diminta untuk menghitung jumlah dan jenis warna yang tampak di hadapan mereka.

3. Melacak Benda Buatan Manusia

Materi pendidikan dari permainan ini adalah penggunaan indera penglihat untuk mempelajari warna-warna di alam terbuka dan untuk mempelajari kamuflase warna yang ada di alam. Permainan ini dimulai dengan meminta anak-anak untuk mencari benda-benda buatan manusia pada jalur tertentu (kira-kira sepanjang 25 meter). Akhir dari permainan adalah diskusi tentang bagaimana kamuflase warna membantu hewan-hewan tertentu untuk menyelamatkan dirinya (contoh bunglon), serta diskusi tentang masalah sampah.

4. Ekspedisi Kecil

Materi pendidikan dari permainan ini adalah observasi lapisan permukaan tanah dan/ atau permukaan tumbuhan yang masih hidup maupun sudah mati. Dalam permainan ini, anak-anak akan menelusuri jalur sepanjang 5 meter/ lebih (sesuai keadaan dan kondisi anak-anak) dengan berbekal kaca pembesar. Minta mereka untuk mengamati setiap bentuk kehidupan yang mereka lihat. Untuk menstimulasi (merangsang) imajinasi mereka, sementara mereka asyik mengamati (misalnya mereka sedang mengamati iring-iringan semut), fasilitator dapat mengajukan beberapa pertanyaan seperti: “Apa yang kalian lihat? Apa yang sedang ia lakukan? Siapa ‘tetangga’ yang terdekat? Apakah mereka berteman baik?”

5. Peta Suara

Materi pendidikan dalam permainan ini adalah penggunaan indera pendengar untuk mempelajari suara-suara di alam terbuka, sumber suara dan polusi suara. Untuk memulai permainan, para peserta duduk bersila dalam satu baris (berjajar). Fasilitator kemudian menunjukkan selembar kertas putih tebal berbentuk segiempat dengan tanda X di tengah kertas. Sampaikan kepada peserta bahwa kertas tersebut adalah peta dan tanda X menggambarkan posisi tempat mereka duduk. Minta mereka untuk diam, memejamkan mata selama 5 menit (sesuaikan dengan waktu yang tersedia) dan mendengarkan suara-suara di sekitar mereka. Setiap kali mendengar suara, mereka memberi tanda di peta berupa jenis suara dan lokasi sumber suara (di belakang, di kanan, atas, dan sebagainya). Setelah 5 menit, peta suara tersebut didiskusikan. Momen ini juga tepat untuk mempelajari polusi suara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s