Terusan Khatulistiwa

Terusan-khatulistiwaIni adalah satu-satunya terusan di Asia, kalau benar-benar terwujud akan menjadi terusan ketiga di dunia setelah Terusan Suez dan Terusan Panama. Terusan ini akan menghubungkan teluk tomini dan selat makassar. Tujuan di balik pembuatan terusan ini tidak lain untuk memperpendek jalur transportasi laut dari Alur Laut Kepulauan Indonesia, ALKI II dan ALKI III. Rencana ini digagas oleh Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad. “Sudah ada tiga lembaga internasional yang siap mendanai gagasan itu, yakni UNDP, JICA, dan AGRO,” kata Fadel. Kita sudah mengundang sejumlah investor dari Singapura dan Hyundai Korea untuk menjajaki pembangunan Terusan Khatulistiwa ini,” ungkap Fadel di kesempatan lain.

Gubernur Sulteng H Bandjela Paliudju mengatakan pembangunan Terusan Khatulistiwa yang memotong daratan sekitar 30 kilometer di wilayah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi-Moutong, Sulteng. Daerah yang akan memotong leher pulau berbentuk ”K” ini dari Desa Tambu (Kabupaten Donggala) ke Desa Kasimbar (Kabupaten Parigi Moutong). Untuk mewujudkan rencana itu, dibutuhkan dana sedikitnya Rp 3 triliun. Pemerintah provinsi Sulawesi Tengah dibawah pimpinan Bandjela Palidju, akhir-akhir ini sibuk dengan gagasan ini. Bahkan kabarnya sudah turun anggaran untuk studi kelayakan sebesar 2 milyar.

Pertanyaannya apakah proyek mercusuar ini bisa mengangkat perekonomian sulawesi tengah sebagai jalur terusan? Siapakah sebenarnya yang diuntungkan? Lalu apa pendapat Bupati Parigi Moutong Longki Djanggola? yang lebih dari separuh daratannya berada di Teluk Tomini. Sebagian daerah Parigi Mutong ini akan dipotong untuk membangun terusan tersebut. ”Ini masih wacana, masih perlu didiskusikan dan disosialisasikan,” ujar Longki Djanggola. Secara prinsip, ia mendukung semua program pengembangan wilayahnya apalagi arahnya bagi peningkatan ekonomi rakyat. Namun, ia menekankan agar terusan itu nanti tidak hanya menguntungkan satu wilayah atau orang per orang.

Belajar dari kasus china, nampaknya akan lebih baik jika anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki infrastruktur jalan menajadi yang lebih baik. Jalan sekarang dipelebar dan kualitas jalannya ditingkatkan. Seperti catatan dahlan Iskan di bawah ini.

Dalam catatannya ke china, Dahlan Iskan bertanya-tanya mengapa perkembangan perusahaan mobil di Tiongkok melejit begitu cepat. Dan bagaimana industri ini bisa membuat industri-industri pendukung lainnya berkembang melebar. Mulai dari industri asesori, cat, kulit, plastik, komponen sampai ke industri ban. Juga bengkel, toko-toko onderdil dan usaha terkait lainnya. Betapa besar ekonomi yang bergerak di sekitar industri mobil ini. Keberadaan jalan tol yang begitu besar tentu harus diakui menjadi salah satu faktor utama penggerak semua itu.

Di Tiongkok saat ini, ke kota mana pun Anda pergi pasti sudah terhubung dengan jalan tol. Kini kita, kalau mau, bisa naik mobil dan selalu di jalan tol dari kota Harbin yang paling utara ke kota Beihai di propinsi Guangxi yang paling selatan. Itu saja berarti sekitar 10.000 Km jauhnya. Atau dari timur ke barat yang lebih jauh lagi. Atau dari barat daya ke timur laut dan dari tenggara ke barat laut. Dalam hal strategi jalan tol ini, Tiongkok mengikuti jejak sukses Amerika Serikat.

Maka saya agak heran ketika membaca berita mengenai rencana kerjasama ASEAN untuk membangun jalan kereta api yang akan mengelilingi pulau Kalimantan. Mulai dari Sabah, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Sarawak, Brunai untuk kemudian nyambung lagi ke Sabah. Rencana itu harus benar-benar diubah menjadi jalan tol. Dengan jalan KA, tidak akan membawa nilai tambah apa-apa untuk sebagian besar kawasan yang dilewati. Bahkan dari pengalaman selama ini, kawasan yang dilewati rel KA harga tanahnya jatuh. Sebab rel KA telah membelah kawasan itu menjadi tidak fleksibel. Lalu bandingkan dengan keberadaan jalan tol. Semua kawasan yang dilewati jalan tol harganya naik. Maka kalau ada jalan tol yang mengelilingi Pulau Kalimantan, harga tanah seluruh pulau Kalimantan akan naik. Hal serupa juga terjadi di Sumatera. Saya heran mengapa ada pembicaraan yang serius untuk membangun jalan KA dari Lampung sampai Aceh. Sekali lagi, jalan tol lah yang harus diutamakan. Adanya jalan tol yang membelah pulau kaya itu akan semakin membuat berharga Pulau Sumatera.

Lalu bagaimana terusan khatulistiwa yang memakan banyak biaya ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s