Kuskus Sulawesi

Ada 2 jenis kuskus yang hidup di Sulawesi dan keduanya merupakan binatang endemik Sulawesi. Satwa tersebut termasuk mamalia Ordo Marsupialia atau mamalia berkantong. Ordo ini merupakan anggota satwa-satwa khas zoogeografi Australia.

1. Kuskus Beruang Ailurops ursinus

Kuskus Beruang atau Kuse betina membawa bayi di dalam kantong yang terdapat di bagian perut.  Panjang badan dan kepala kuse adalah 56 cm, panjang ekornya 54 cm dan beratnya dapat mencapai 8 kg.  Kuse memiliki ekor yang prehensil, yaitu ekor yang dapat memegang dan biasa digunakan untuk membantu berpegangan pada waktu memanjat pohon yang tinggi.

Kuse mendiami lapisan atas dari hutan.  Makanannya terdiri dari daun dan buah, misalnya daun pohon Kayu kambing (Garuga floribunda), dan Pohon Mindi (Melia azedarach) dan buah pohon Rao (Dracontomelon dao).  Kuse membentuk kelompok kecil yang hanya terdiri dari induk dan bayi.  Kecuali pada musim kawin, kuse jantan dan betina dewasa biasanya hidup secara soliter / sendiri-sendiri.

Kuse merupakan binatang yang pendiam.  Dia hampir-hampir tidak bersuara kecuali kalau terganggu.  Kuse yang terganggu akan mengeluarkan suara decak yang disela dengan engahan keras.

Kuse yang terdapat di pulau Sangihe dan Salibabu (Kabupaten Sangihe-Talaud) memiliki ciri yang sedikit berbeda dari yang terdapat di daratan Sulawesi.  Bulunya berwarna abu-abu pucat yang seragam, ukuran kepalanya berbeda, dan secara keseluruhan ukurannya lebih kecil.  Kuse ini digolongkan sebagai sub-jenis khas Sangihe-Talaud, dan nama ilmiahnya Ailurops ursinus melanisticus.

2. Kuskus Kerdil Strigocuscus celebensis

Strigocuscus celebensis mempunyai beberapa subspesies yaitu: S. c. celebensis ditemukan di Sulawesi Tengah dan Selatan, S. c. feileri di Sulwesi Utara, and S. c. sangirensis ditemukan di Kepulauan Sangihe.

Strigocuscus celebensis hidup di hutan primer, hutan sekunder dan juga di kebun masyarakat di pinggir hutan. Kadang-kadang tidur di pelepah daun kelapa. Masyarakat di daerah Napu pernah menemukannya di daerah persawahan dan dibawanya pulang.

Kuskus kerdil ini berwarna coklat pucat agak keputihan, panjang tubuh dari kepala 29-38 cm dan panjang ekornya 27-37cm, beratnya 1 kg atau kurang, rostrum lebih pendek dari kuskus beruang. Hidup secara nocturnal (aktif dimalam hari ) dan arboreal (berada di pepohonan) biasa berpasangan jantan dan betina. Kuskus kerdil merupakan pasangan monogami yang tidak berganti-ganti pasangan. Makanan utamanya adalah daun-daunan, bunga, buah, kulit pohon, dan juga jamur hutan.

Kuskus kerdil biasanya mengandung satu sampai dua kali pertahun, dimana 3-4 anak akan lahir, tetapi hanya satu saja yang di asuh. Masa kehamilan relatif singkat hanya 20 hari saja dan anak kuskus lahir dalam keadaan sangat kecil dan tidak berbulu yang akan merayap ke kantong induknya.

Status populasinya belum diketahui dengan pasti dan menurut IUCN S. celebensis termasuk kategori DD (data deficient).

Satu pemikiran pada “Kuskus Sulawesi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s