Melepas Anak Maleo di Sungai Busanga

maleo-busangaBusanga merupakan lokasi peneluran Maleo yang terbesar di banding beberapa lokasi peneluran yang ada di Morowali. Perjalanan ke Busanga bisa ditempuh dari Poso menyusuri jalan trans Sulawesi ke Ampana berhenti desa Teyawa di Kabupaten Tojo Una-Una terus naik Ojek ke Malino, dari Malino dilanjutkan naik ojek lagi ke Desa Sumara Jaya. Saya menggunakan jalur laut dari Kolonodale ke desa Tambayoli, dengan menumpang kapal Bodi milik Kepala Desa Tambayoli. Penumpang tertidur di tengah getaran suara mesin, udara panas membuat rasa kantuk menyelimuti perjalanan 2 Jam ini. Sampai di desa Tambayoli tukang ojek telah menunggu penumpang, tidak lupa saya membayar ongkos 15ribu per-orang. Halo Pak.. sapa Iwan salah seorang pemuda di Tambayoli yang saya kenal, ” Om ato tidak ada di rumah di Tamainusi Dia ada bapanen coklat…mau langsung ke Momo saja? ” katanya. Biasanya saya menginap di rumah Om Ato di Desa Tambayoli ini, namun karena tidak ada orang di rumah saya dan kawan chito langsung naik ojek ke Momo alias Sumara Jaya. Om Ato sekarang lebih sering di desa Tamainusi mengurus kebunnya. Sawahnya di desa Tambayoli sudah tiga kali masa tanam ini menjadi korban amukan tikus. Kondisi jalan tambah parah saja karena hujan, motor harus pelan-pelan karena jalan sudah mirip sawah saja. Banyak lubang berair yang dalam makanya ongkosnya cukup mahal 30ribu per motor untuk jarak yang tidak begitu jauh mungkin5 km saja. Sampai di desa Momo kami langsung menuju rumah Om Hadi, tempat kami biasa menginap. Om hadi ini juga menjadi penjaga Maleo di Sungai Busanga. Dulu dia adalah seorang pemburu telur Maleo, dan sekarang kami bekerjasama dengannya untuk menjaga maleo dari kepunahan. Namun rumahnya nampaknya kosong, kata tetangga di lagi panen padi di sumara dengan istrinya. Sudah 3 Minggu ini dia tidur di sawah menjaga serangan babi hutan. Sempat was-was juga kalau dia tidak pulang hari ini, tapi untunglah sorenya dia datang.

kandang-penetasan-maleoKeesokan harinya dengan menumpang traktor punya mas muklis seorang transmigran asal Jember, kami berangkat ke Busanga. Setelah menyeberang sungai kami harus berjalan kaki menuju tempat penangkaran maleo sekitar 2 kilo lagi menyusuri tepian sungai Busanga ini. Banyak jejak babi hutan di atas pasir, nampaknya tadi malam rombongan babi hutan melewati jalan kami. Sampai dilokasi peneluran nampak bangunan penetasan sederhana dari kayu yang ditutup dengan jaring plastik warna hitam. Disebelahnya ada gubuk dengan atap rumbia, jejak babi hutan masih banyak terdapat disini. Di dalam kandang penetasan ada satu anak maleo yang baru menetas hari kemarin, rencananya kami mau lepaskan hari ini. Dari data anak maleo yan menetas disini rata-rata baru menetas setelah umur 100 hari. Itulah alasan mengapa harus dibuat kandang penetasan, karena sangat riskan bagi telur maleo yang harus tinggal di alam selama 100 hari tanpa jaminan keamanan. Masih banyak pencarian telur yang tidak terkontrol belum lagi babi hutan dan biawak yang memang sangat banyak disini. Populasi Maleo di Busanga ini sangat jauh turun dibanding 10 tahun lalu kata beberapa penduduk desa. Dulu biar dekat kampung masih mudah mendapati maleo, sekarang hanya di busanga saja yang tersisa.

melepas-anak-maleoSejak dibuatnya kandang penetasan beberapa bulan lalu dengan TNC, sekarang sudah ada 18 ekor yang dilepas ke alam. Kata Om Hadi musim puncak bertelor maleo di busanga, nanti kira-kira bulan Oktober-Januari saat musim panas. Setelah melepas satu ekor maleo kami meninggalkan kandang penetasan dan pergi ke sawahnya untuk makan siang saat jam sudah menunjukkan pukul 2 lewat. Mungkin kami akan kembali lagi nanti bulan November.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s