Mengenal Hutan di Lore Lindu

Bagi kebanyakan orang yang hidup di kota Palu yang berhawa sangat panas, sibuk dan penuh kebisingan maka kawasan taman nasional ini merupakan tempat pelarian untuk melepaskan diri dan beristirahat. Kawasan gunung Nokilalaki yang terletak di bagian utara kawasan maupun daerah sekitar danau pegunungan Kalimpaa mempunyai daya pikat dan memiliki arti tersendiri. Pada ahir pekan banyak kaum muda yang datang dan mendaki puncak gunung maupun berrekreasi ke tempat tersebut. Dan bagi turis asing mereka lebih memilih pesona danau Lindu atau daerah Besoa yang kaya akan budaya dan tata kehidupan masyarakat tradisional.

Apabila kita menjelajahi kawasan pegunungan tersebut maka nampak bahwa sebagian besar komponen penyusunnya merupakan perwakilan flora hutan pegunungan yang khas di Sulawesi, hanya 10% berada pada dataran rendah. Mengikuti pola yang diberikan oleh van Steenis (1978) maka hutan pegunungan yang ada dapat dibagi 3 berdasarkan ketinggian tempat yaitu :

1. Hutan dataran rendah, zona Collin 500-1000 m dpl. terletak di lembah yang mengelilingi kawasan. Keperawanan hutan ini ditandai oleh banyaknya pohon-pohon besar, rotan yang melimpah serta lantai hutan yang relatif bersih. Vegetasi dataran rendah yang berupa hutan tersusun dari berbagai jenis tumbuhan dari anggota suku Moraceae, Meliaceae, Sapindaceae, Ebenaceae, Burseraceae, Anacardiaceae, Fabaceae, Euphorbiaceae, Myristicaceae dan sebagainya. Di bagian Utara menampakan vegetasi terbuka dan ditumbuhi belukar yang didominasi Calotropis gigantea sedang vegetasi lembah Besoa di Selatan dapat dijumpai padang alang-alang. Di bagian Barat seperti daerah Kulawi dapat dijumpai Corypha gebanga (gebang), Areca vestiaria (harau) maupun rumpun Metroxylon sagu (sagu) yang merupakan khas dataran rendah dan tumbuhan tersebut dijumpai di dekat persawahan. Ke 3 jenis anggota suku Arecaceae (palem-paleman) ini merupakan tumbuhan yang unik bagi masyarakat eropa karena mempunyai daun berukuran sangat besar.

2. Hutan pegunungan bawah atau sub-montan berada pada ketinggian 1000-1500 m dpl., seperti dijumpai sekitar Tongoa, Kamarora, Wuasa dan Kulawi. Seperti telah disebutkan bahwa hampir 90% kawasan TNLL berada di atas ketinggian 1000 m dpl dan masih berupa hutan yang kaya akan pohon-pohon dengan tajuk rapat. Pada batang pohon dapat dijumpai tumbuhan epifit seperti anggrek, maupun paku, sedangkan lumut sangat miskin. Di sini dapat dijumpai anggota suku Clusiaceae, Rosaceae, Magnoliaceae, Symplocaceae, Pandanaceae, Meliaceae, Myristicaceae, Sapotaceae dan Theaceae. Anggota suku Lauraceae seperti Cinnamomum spp, dan Litsea spp. merupakan penciri pohon-pohon hutan lapisan atas yang merupakan penyusun vegetasi hutan pegunungan bawah tersebut. Pada lapisan di bawah kanopi pohon besar tersebut maka keanekaragaman tumbuhan tersusun dari berbagai jenis anggota suku Myrsinaceae, Moraceae, Rubiaceae, Arecaceae, Annonaceae, Euphorbiaceae, Piperaceae, Gesneriaceae yang berupa pohon kecil, perdu, semak, liana maupun terna. Tumbuhan yang mudah dikenali antara lain adalah kerabat Ficus spp., Artocarpus spp., Lasianthus spp., Psychotria spp., Gardenia spp., Ardisia spp., Goniothalamus macrophyllus, Bischofia javanica, Piper spp, Scindapsus spp, Pothos spp., palem dan rotan dan ditemukan juga jenis pisang liar Musa celebensis yang merupakan tumbuhan endemik sini. Selain itu ada juga tumbuhan yang mempunyai bunga mencolok seperti pada berbagai jenis anggrek, Aeschynanthus spp., Hoya spp. Banyak jenis anggrek dalam taman nasional ini yang bersifat endemik serta tergolong langka. Kelompok tersebut sangat besar anggotanya dan banyak diminati oleh pencinta tanaman hias.

3. Hutan pegunungan atas 1500-2200 m dpl. disebut juga zone montan seperti terdapat di daerah Nokilalaki, Dongi-dongi, Helipad dan hutan Padeha.Hutan pegunungan atas umumnya didominasi oleh suku Fagaceae. Melimpahnya populasi anggota suku Fagaceae seperti Castanopsis acuminatissima, Lithocarpus celebica, Quercus spp., dijumpai terutama di daerah hutan Padeha dekat danau Kalimpaa. Dijumpai juga pohon Weinmania sp. dan Rhododendron sp. Engelhardia serrata, Casuarina junghuhniana, Elaeocarpus sp., Santiria sp., Syzygium spp., Pandanus spp., dan Saurauia sp. Diantara ribuan jenis tumbuhan dalam kawasan ini banyak diantaranya merupakan jenis-jenis khas Sulawesi dan contoh tumbuhan tersebut seperti Pigafeta alata dan Eucalyptus deglupta paling mudah dijumpai di daerah Dongi-dongi sedangkan Agathis celebica dapat dijumpai di Helipad, Lore Utara. Disamping tumbuhan tersebut pada hutan pegunungan ini terdapat juga jenis-jenis yang menawan seperti Rhododendron spp., Begonia spp., Nepenthes spp., anggota suku Gesneriaceae dan tumbuhan aroid. Kelompok Begonia spp. biasanya mempunyai corak dan warna daun yang bervariasi. Flora lumut pada bagian puncak pegunungan sangat mendominasi batang-batang pohon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s