Tumbuhan berbahaya di hutan

Tumbuhan yang ada dalam kawasan hutan tidak selalu bersahabat, beberapa diantaranya mungkin dapat menyebabkan hal-hal yang kurang menyenangkan bahkan merugikan kalau kita kurang hati-hati.

Gluta renghas

Jenis ini berupa pohon berukuran kecil sampai sedang dan masyarakat menamakannya sebagai kau werani. Daunnya bundar telur sampai lonjong dan biasanya bertangkai agak memanjang. Seperti anggota suku Anacardiaceae tumbuhan mempunyai getah yang kental dan kadang-kadang gatal. Getah pada bagian batang atau ranting biasanya berwarna hitam dan AWAS, getah tersebut dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Menurut kepercayaan masyarakat setempat kita akan merasa gatal-gatal walaupun hanya berdiri di bawah pohon tersebut, apalagi bila hujan. Oleh sebab itu hindarilah berdiri dekat pohon ini.

 

Jenis lain yaitu Semecarpus.

Pohon yang termasuk Anacardiaceae inipun mempunyai sifat sama dengan Gluta. Buahnya cukup menarik karena pangkal gagang uahnya biasanya membengkak menyerupai buah palsu mirip dengan buah pada jambu mete yang berkerabat dengan jenis ini. Cairan pada buah palsu tersebut sangat beracun, menyebabkan iritasi kuat dan menyebabkan pembengkakan. Nama daerah pohon inipun sama yaitu kau werani besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dendrocnide stimulans

Pada tepi sungai atau bagian tepi hutan maupun tempat yang agak terganggu biasanya banyak dijumpai pohon ini yang dikenal dengan nama lelati. Pohon ini berukuran sedang, perbungaannya menjuntai ke bawah, panjangnya dapat mencapai 1 m dan mempunyai bentuk buah menawan. Sayangnya tumbuhan ini agak berbahaya. Daunnya mempunyai bulu-bulu sangat halus dan bila tersentuh akan menyebabkan gatal-gatal. Secara tradisional obatnya dapat diperoleh dari bagian lendir antara kulit batang dan kayu pohon ini. Tumbuhan tersebut termasuk dalam suku Urticaceae.

 

 

 

 

Mucuna pruriens

Tumbuhan menjalar ini biasa tumbuh pada tempat terbuka, tepi hutan atau ladang, tumbuhnya membelit dan mempunyai 3 pinak daun yang permukaannya berbulu. Tumbuhan ini mempunyai bunga berwarna ungu tua, menarik demikian juga buahnya yang berupa polong mungkin cukup memikat karena permukaannya ditutupi oleh bulu-bulu warna merah karat. Sebenarnya bagian yang dapat menyebabkan iritasi gatal-gatal terdapat pada bagian kelopak bunga serta buahnya yang berupa hurup S. Jenis lain kerabat dekatnya yang banyak dijumpai di sini adalah M. albertisii yang mempunyai bunga berukuran 10 cm, warna putih. Pogongnya gepeng dan mempunyai beberapa biji. Bulu-bulu pada kelopak bunga inipun menyebabkan iritasi kulit.

 

Tetracera scandens

Dilameo adalah nama yang diberikan untuk jenis liana ini. Daunnya bundar telur dengan urat-urat sejajar kaku dan bagian tepinya bergigi, mirip dengan daun pada dongi (Dillenia). Karena perawakannya menjalar di lantai hutan, tumbuhan ini sering merupakan gangguan apabila kita melintasinta. Anehnya bila kaki kita sampai terlukai oleh ranting tumbuhan tersebut maka bagian ini akan melepuh, terjadi iritasi seperti terbakar dan perih. Oleh sebab itu hindarilah agar kaki kita tidak terbelit ranting tumbuhan ini. Jenis ini tergolong dalam suku Dilleniaceae.

3 pemikiran pada “Tumbuhan berbahaya di hutan

  1. Saya tinggal ditepi hutan. dan sering masuk hutan belantara ini kebiasaanku karna separoh mata pencaharian saya. kebetulan saya memotong kayu seukuran batang Pinang, dan langsungaku merasa gatal-gatal sampai 2 minggu rasanya gak tahan sampai kulitku kering dan keropos2.. .apaobatnya yang secara alami……………?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s