Sulawesi Bagian Barat daerah Rawan Gempa

epicenter-gempabumiHanya ada dua wilayah di Indonesia yang tidak ditemukan sumber gempa bumi, yaitu Kalimantan bagian tengah dan Barat. Mungkin karena itulah Bung Karno menyiapkan Kota Palangkaraya sebagai Ibukota RI.

Pulau Sulawesi merupakan salah satu pulau yang telah mengalami proses tektonik yang sangat kompleks dalam waktu geologi. Bentuk pulau ini yang menyerupai huruf K setidaknya memberikan gambaran bahwa pulau ini mempunyai karakteristik berbeda khususnya kondisi geologi. Selain itu pulau sulawesi merupakan daerah yang rawan terjadi gempa sebagai akibat dari pertemuan 3 lempeng ( Triple Junction ). Karena banyaknya gempa yang terjadi, menjadikan daerah Sulawesi Selatan dan sekitarnya sangat menarik untuk dijadikan objek penelitian kegempaan. Sulawesi bagian
Barat termasuk daerah yang rawan akan gempa.

Tingkat kerawanan gempa suatu daerah tergantung beberapa hal:
– Sering tidaknya terjadinya gempa baik gempa besar maupun kecil.
– Percepatan tanah (sifat batuan ketika ada gempa) ada yg meredam getaran, ada yg memperkuat/merusak bangunan.
– Tingkat hunian penduduk (land use) – ini untuk studi mitigasi apakah gempa itu sangat rawan menjadi bencana (menimpa manusia) karena ada manusia.
– dsb

Tidak semua gempabumi dapat memicu tsumami. tsunami karena gempa tektonik biasanya terjadi karena :
*Gempa besar dengan kekuatan gempa > 6.3 SR
*Lokasi pusat gempa di laut
*Kedalaman dangkal < 40 Km
*Terjadi deformasi vertikal dasar laut
Kendati demikian, menurut sejarah pernah ada tsunami di Sulawesi yaitu tahun 1990 di gorontalo. tetapi sayangnya tidak diketahui khalayak ramai karena kekuatannya kecil.
Potensi Tsunami itu ada dimana saja? potensinya lebih besar berada di kepulauan yang langsung berhadapan dengan perbatasan lempengan tektonik antara lain Barat Sumatera, Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Utara Papua, Sulawesi dan Maluku, serta Timur Kalimantan.

Mitigasi bencana
Mengingat belum ada teknologi yang mampu untuk memprediksi secara akurat kapan gempa tektonik akan terjadi, dimana dan berapa kekuatannya, perlu dilakukan Mitigasi Bencana. Mitigasi Bencana sifatnya mengurangi kerugian akibat bencana. Dalam konteks ini, masyarakat dan harta bendanya harus disiapkan sebagai subjek. Mitigasi adalah tanggung jawab bersama, pemerintah dan masyarakat. Sampai saat ini, mitigasi itu belum memiliki landasan hukum. Sehingga penangangan bencana dan pelaksanaan mitigasi belum efektif dan efisien.
Proses mitigasi sendiri memiliki tiga bagian, yaitu sebelum terjadi bencana, pada saat terjadi bencana, dan sesudah terjadi bencana. Sebelum terjadi bencana, prinsipnya menitikberatkan pada identifikasi kerentanan suatu wilayah terhadap gempa, gunung api, atau tsunami.
Bagian kedua dari mitigasi adalah pada saat bencana terjadi. Aspek ini terbagi dua, yaitu tanggap darurat dan evakuasi. Kegiatannya mencakup evakuasi korban luka-luka dan meninggal dan pemantauan kemungkinan adanya gempa susulan. Juga dilakukan pemisahan korban luka-luka berdasarkan umur, jenis kelamin, dan tingkat keparahannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s