Kota Tua Jakarta

Walaupun saya sudah sering ke jakarta dan pernah juga menetap disana, tapi baru kemarin saya mengunjungi situs sejarah kota Tua Jakarta.  Sebenarnya kalau ke stasiun Kota sudah sering banget dulu juga kerja di daerah Ancol jadi tiap hari pasti berdesakan di KRL ekonomi Bogor dari Cawang sampai stasiun Kota.   Hari minggu,setelah gagal berlibur dengan maitua ke kepulauan seribu hari sabtu, kami putuskan mo ke kota tua aja.  Sampai di terminal busway kota sudah banyak orang berjejer dipinggir jalan, bahkan ada di balkon museum mandiri lantai dua sudah penuh orang dengan kamera.  rupanya hari itu adalah acara Cap Go Meh.  Atau tradisi etnis Cina menutup taun baru Imlek.  Hari ke limabelas, dimana purnama mencapai puncaknya menurut kalender lunar.  Jadilah kami sempatkan dulu menunggu iring-iringan Cap Go Meh ini melintas.  kamera canon Eos D1000 dengan lensa standar karena belum bisa beli lensa saya siapkan dalam tas punggung menghadap depan alias menjadi tas dada.

Kira -kira jam 2 lewat dan cuaca mulai mendung iringan budaya tradisi Cina ini lewat, ada barongsay dengan irama khasnya paduan genderang dan simbal, pyeng..pyeng dukk..dukk..begitulah bunyinya.  Yang paling menarik adalah iringan Tatung yang ditandu dan duduk di atas parang dan tombak yang tajam dan lancip.  ihh… ngeri juga melihatnya mirip debus di banten.  Di pipinya ditusuk dengan kawat besi dan di banduli dengan benda-benda berbentuk kotak.  Sementara dia juga menulis kertas dalam bahasa Cina sambil mengacungkan pedang ke langit.  konon tradisi tatung di negeri cina sendiri sudah punah atau mungkin juga dilarang oleh pemerintah komunis Cina, namun masih bisa dijumpai di Indonesia.

Selesai menonton festival tradisi Cap Go meh kami pun jalan kaki ke arah utara ke arah Taman Fatahillah.  Itu juga saya tau dari tulisan pada spanduk berwanda oranye, selamat datang di wisata kuliner taman Fatahillah.  Berarti cuma dekat saja dari terminal Bus Way paling gak sampai 1 km.  Suasana pun langsung berubah menjadi tempo doeloe, ada banyak sekali ojek sepeda onthel yang berjejer di pinggir jalan.  Jalanan terbuat dari batu alam granit hitam berbentuk segi empat tersusun rapi menambah rasa nyaman suasana perkotaan tempo dulu ini.  Tidak ada kendaraan bermotor yang lalu lalang, hanya sepeda saja yang boleh lewat.   Dimana-mana orang terlihat menenteng kamera dan berpose ria  dari kamera hp sampai SLR yang kelas atas.  Bentuk gedung yang unik ini menjadi daya tarik tersendiri buat berpose dan berfoto ria.  Kamipun mencoba mengabadikan moment ini dengan kamera. Untungnya bawa tripod habis beli di glodok jadi gak ngerepotin orang lain.   Di lapangan di depan sebuah gedung yang berhias meriam di mukanya ramai sekali orang berjalan-jalan, ada yang cuma duduk santai menikmati sore kota jakarta di hari minggu.  Saat saya baca nama gedungnya tertulis gouvernoors kantoor, ooo pasti disini dulu kantor gubernur jendral, baru tau kalau kantor itu kata serapan dari bahasa belanda.  disudut kiri depan gedung gubernur jendral ini ada sebuah kafe namanya kafe Batavia, ramai juga orang berfoto disitu.  Saya lihat ke lantai dua..dimeja pinggir jendela penuh dengan ekspat yang asyik ngobrol sambil makan.   Serombongan anak gadis usia smu berpakaian batik bergantian difoto oleh seorang fotografer muda,mungkin buat model di majalah sekolah atau diupload di facebook atau barangkali model beneran yaa… Setelah lama berjalan2 akhirnya capek juga, akhirnya kami berjalan dulu ke warung yang berjejer di sepanjang lorong  di bawah gedung -gedung tua.  Aneka makanan khas melayu, dari ketoprak sampai sate dijajakan sampai bingung mau makan apa. karena perut sudah melilit akhirnya berhenti di siomay dan makan dulu. Matahari pun semakin redup dan jakarta mulai berwarna-warni lagi dalam malam. Jakarta memang lebih indah kalau malam.

2 pemikiran pada “Kota Tua Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s