Pemimpin daerah harus Visioner

Beberapa bulan kedepan, beberapa daerah Tk. II di Sulawesi Tengah akan melangsungkan hajatan demokrasi yaitu Pilkada seperti di  Kota Palu dan Kabupaten Sigi.  Berbagai macam Baliho para kandidat dengan ukuran besar sudah menghiasi jalan-jalan utama di Kota Palu,berusaha menarik hati para pemilih dengan berbagai macam slogan.   Mobil-mobil  yang memasang poster calon tertentu di kaca belakang, berlalu lalang di jalan Kota.

Memilih seorang pemimpin sejatinya tidak mudah dan ada resikonya, walaupun kadang tidak disadari para pemilih itu sendiri.  Walau banyak orang yang bilang “Sekarang rakyat sudah pintar”.  Kenyataan di lapangan saat pemilu legislatif tahun lalu membuktikan bahwa politik uang masih menjadi cara yang ampuh untuk mendulang suara.  Tak bisa dipungkiri memang uang bisa mengubah segalanya dan suarapun bisa dibeli dengan mudahnya.  Kehidupan yang semakin sarat dengan beban membuat rakyat kecil rela berdesak-desakan dan mengobankan nyawa demi Rp. 5000 saja.  Data dari BPS tahun 2008 menunjukkan bahwa sekitar 31,39% atau 80.380 jiwa dalam 20,762 kepala keluarga (KK)  penduduk Kota Palu yang masuk dalam kategori miskin.  Dari 20.762 KK –tersebut terdapat 7,589 KK atau 36,55% merupakan keluarga berstatus sangat miskin dan 63,45% berstatus miskin.  Kemiskinan ini bisa menjadi peluang bagi berjalannya money politic baik secara terselubung maupun terang-terangan.

Kalangan kelas menengah merupakan pemilih yang pintar, mungkin tidak terpengaruh dengan uang dan mempunyai potensi  menjadi agen perubahan sosial.  Jika melihat statistik penduduk miskin diatas, 60% lebih pemilih di kota palu secara ekonomi bisa dikatakan kelas menengah.  Namun secara sosial dan pendidikan, kemungkinan kelas menengah yang sesungguhnya mungkin kurang dari separonya.  Jadi kemungkinan praktik money politik masih sangat terbuka lebar.  Harapan kita tentunya tidak ada money politic dan pesta demokrasi berjalan jujur dan adil.

Seorang pemimpin daerah harus punya wawasan, ide dan visi kedaerahan yang segar dan mampu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dalam waktu yang singkat.   Fakta di berbagai daerah  menunjukkan kualitas seorang pemimpin daerah akan menentukan bagaimana berkembangnya daerah tersebut,  sebut saja Sragen dan Gorontalo.   Kota Palu tentunya butuh seorang Visioner yang mampu mewujudkan visinya dan bukan orang yang biasa-biasa saja. Melihat potensi daerah yang kaya dengan sumberdaya alam namun belum dimaksimalkan pengelolaannya, perlu kepemimpinan yang berkualitas dan bukan menjadi ajang kolusi-nepotisme memperkaya diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s