Berwisata ke Ujung Kulon

Tanjung layar Ujung kulon

Belum lama ini penulis berkesempatan mengunjungi Taman Nasional Ujung kulon di provinsi Banten. Perjalanan dari jakarta menuju taman nasional ujung kulon lumayan jauh juga. Pagi hari jam 7.30 kami berangkat dari depan kantor yang bertempat di graha iskandarsyah blok M jakarta. Setelah siap, Bis bergerak melintasi ibukota kemudian masuk tol tangerang-merak, menuju ke serang. Dari Serang perjalanan dilanjutkan ke pandeglang lalu ke arah labuan dan berhenti di daerah Sumur. Sekitar Jam 2.30 akhirnya kami tiba juga di tempat yang bernama sumur.

Sumur adalah perkampungan nelayan tradisional yang cukup padat. Sisi buadaya yang masih nampak adalah bahwa Stara sosial masih ditandai dengan banyaknya kerbau yang mereka punyai. Dan memang sepanjang jalan ke sumur penulis melihat banyak sekali hewan kerbau yang berkeliaran. Di seberang pantai desa sumur terdapat sebuah pulau kecil yang bernama pulau Umang. Disana terdapat sebuah hotel yang atapnya mirip kerang berwarna putih. Pulau Umang menjadi resort wisata yaitu Resort Pulau Umang. Adanya resort yang bernuansa elegan itu terasa kontras dengan kekumuhan kampung nelayan dan Bau ikan yang menyengat hidung kami.

Di pantai yang agak dalam,nampak berjejer warna-warni perahu perahu nelayan yang sedang berlabuh. Ratusan orang nampak menyebrang dengan perahu kecil menuju kapal yang akan membawanya ke bagan-bagan ikan yang banyak tersebar di laut. Budaya Bagan ikan diperkenalkan oleh orang-orang bugis yang kemudian menetap disini, dan orang sumur menyebutnya dengan Bagang pake g. Tanpa terasa jam makan siang sudah lewat jauh, dengan nasi dus yang dipesan di salah seorang warga, kami memenuhi tuntutan perut yang kelewat lapar. Setelah sesi makan siang, kami menyebrangi selat sunda dengan perahu bermesin yang sudah menunggu agak jauh dari pantai,karena tidak ada dermaga. Dan kami pun harus menggunakan perahu kecil dengan motor tempel dari pantai menuju kapal kayu yang akan membawa kami ke Pulau Peucang. Kapal kayu ini melaju dengan gagahnya. angin laut membelai hati kami dengan penuh gembira menyamurkan gemuruh mesin perahu memecah ombak yang tenang. Ditengah perjalanan penulis melihat kepala penyu sebesar betis org deawasa yang muncul di permukaan laut mirip kepala ular besar,wah pasti besar sekali ini penyu. Daerah laut di ujung kulon ini masuk kawasan lindung laut dimana nelayan dilarang menangkap ikan dengan jaring atau bom,kalau sekedar mancing sih bisa dan wisatawan diperbolehkan mancing disini. memang ujung kulon adalah tempat mancing yang sangat menarik karena ikannya besar-besar.

Dulu pak presiden soeharto dan para pejabat sering memancing di daerah ini. Namun sekarang tidak ada presiden atau pejabat yang datang mancing. Rupanya dari sekian banyak presiden, hanya Pak Harto yang hobi mancing. Setelah 3 jam dilaut dari sumur, akhirnya tiba juga di pulai peucang.

Dermaga kayu menjorok ke laut dari pantai berpasir putih nan lembut. Ada 3 mess besar dengan kamar-kamar yang cukup banyak. 1 mess dikelola pihak Balai TNUK dan 2 lagi punya swasta. Rusa dan babi hutan liar berkeliaran di lapangan rumput depan mess ini,dan jumlahnya lumayan banyak. Saat pagi mulailah para monyet macaca turun mencari sisa-sisa makanan kami. mancing di dermaga menjadi kegiatan yang menyenangkan. dengan pancing senggol tanpa umpan, ikan kecil untuk umpan dengan mudah bs di tangkap. Setelah itu ikan yang masih hidup itu dikaitkan ekornya pada pancing dan lempar sejauh-jauhnya . Paling mudah menangkap ikan cucut soalnya mulutnya lancip dan tajam, yang menyambar2 gerobolan ribuan ikan kecil yang bergerak serentak dengan cepatnya dekat dermaga.

Rombongan turis asing nampak asik bersnorkling di tepian pulau jawa di selat sunda. Dan kami mencoba bersnorkling ria di tempat yang tidak berombak. Satu tempat lagi yang indah dikunjungi adalah tanjung layar yang berada diujung barat pulau jawa. disini ada bekas reruntuhan penjara belanda dan menara mercusuar. Saat kesana penulis melihat bekas jejak banteng yang masih baru di jalan setapak menuju padang rumput. dari atas nampak keindahan besarnya ombak lautan hindia menyapu batu karang hitam sisa letusan gunung krakatau. Sungguh pemandangn yang menakjubkan. Nah…Kalau ada kesempatan ke ujung kulon jangan lupa bawa pancing laut dan snorkling.

Padang rumput di Ujung Kulon

Pintu Masuk Tanjung Layar

2 pemikiran pada “Berwisata ke Ujung Kulon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s