Hemat Biaya dan Hemat Energikah AC anda?

Palu, Kamis  16 mei 2012.   Preambule….dua hari ini saya mengikuti bintek(bimbingan teknis) Konservasi Energy yang diselenggarakan oleh kementrian ESDM dan Dinas ESDM Prov. Sulteng.  Materinya bagus bagus dan ada gamenya yang dipandu oleh EECHI jakarta yang berhadiah flash disk, tapi sayang kelompok saya terdiskualifikasi pada babak awal karena nilainya nol.  Yah lumayanlah dapat ilmu dan materi untuk tulisan ini, berhubung sudah lama tidak menulis, semoga bermanfaat. amiin…

AC atau dalam bahasa inggrisnya air conditioning selama ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai pendingin ruangan.  Meski maksud dari dibuatnya AC adalah untuk membuat nyaman udara namun kita seringkali merasa kedinginan di dalam ruangan ber AC dan akhirnya malah tidak nyaman.  Mungkin saja hasil terjemahan ini mempengaruhi persepsi kita bahwa AC adalah untuk mendinginkan bukan membuat nyaman.  Akibat selanjutnya tentu saja pemborosan energy besar-besaran ditengah krisis energy yang saat ini sedang kita alami.  Normalnya orang Indonesia membutuhkan suhu 23-27 derajat C agar merasa nyaman, prakteknya banyak AC yang disetel sampai 18 C dan kita jadi tidak nyaman, harus memakai jaket untuk bekerja dan produktivitas kerja akhirnya malah terganggu karena sering ke kamar kecil, maklum dingiin.   Setiap menurunkan suhu 1 derajat saja artinya 6% daya yang diserap untuk meningkatkan beban kerj a AC.  Bayangkan kalau dari suhu nyaman 23 C menjadi 16 C maka energy yang dibutuhkan 7×6% daya yang telah diboroskan hanya untuk ketidaknyamanan.

Dalam sebuah gedung, baik itu gedung pemerintah maupun swasta, sekitar 60% penggunaan energi    dihabiskan untuk pemakaian AC.   Lalu bagaimana caranya untuk menghemat energy dalam pemakaian AC?

Ubah Perilaku

AC sudah menjadi gaya hidup kita yang berada di iklim tropis yang panas. Disemua tempat baik di rumah maupun di kantor pasti dapat dengan mudah dijumpai.  Karena sudah menjadi kebutuhan biarpun membutuhkan energy yang besar tetap kita gunakan.  Energy yang kita gunakan saat ini sebagian besar berasal dari bahan bakar fosil yang kian hari kian menipis.  Cadangan minyak bumi kita hanya mampu bertahan 23 tahun lagi bahkan ada yang bilang tinggal 12 tahun lagi.  Sementara perilaku kita tidak pernah berubah seakan minyak bumi mengalir terus dari perut bumi.  Yaa..perilaku merupakan penyebab utama pemborosan energy.  Gaya hidup boros ini tentu harus segera diubah, mulai dari diri sendiri saat ini juga dan mulai dari hal kecil-kecil, seperti mematikan lampu kalau tidak dipakai atau cabut charger HP anda setelah selesai ngecash, jangan biarkan charger hp nempel terus di colokan listrik.   Set suhu  AC pada suhu nyaman yaitu 23-27 C, matikan AC kalau tidak digunakan lagi.  Untuk gedung perkantoran yang besar perlu juga dibuat SOP hemat energy.   Biarpun peralatan sudah dibuat utuk hemat energy kalau perilaku kita tidak berubah pasti akan boros energy juga kaan…

Pilih AC yang hemat energi

Saat ini AC didesain mempunyai kinerja yang baik sehingga lebih hemat energy.  Lalu seperti apakah AC yang hemat energy itu?.   Pada umumnya produk AC yang baru didesain untuk hemat energy.  Performa AC mempunyai ketentuan  yang disebut  EER (Energy Efficiency Ratio) dan COP (Coefficient of Performance) .  Untuk AC rumah atau AC Split biasa digunakan EER.  Rumusnya sebagai berikut:

EER = Efek Pendinginan (BTU/jam) / Energy Input(W)

COP = efek pendinginan ( kW) / energy Input (kW)

COP 2.0 2.5-3.0 3.0-4.0 4.0 6.0
EER 6.8 8.5-10 11-14 >14 20
Kriteria Evaluasi Sangat Buruk Buruk Baik Baik Sekali Superior
CATATAN Banyak di pasaran Market Indonesia Jepang

AC yang baik biasanya mencantumkan nilai EER pada labelnya karena keunggulannya memang disitu.  Kalau tidak ada nilai EER patut dicurigai kinerja AC tersebut sebenarnya buruk atau bahkan sangat buruk.  Di beberapa negara di ASEAN sudah mewajibkan EER AC diatas 14 seperti Singapura dan Thailand. Namun di negara kita belum ada regulasi terebut sehingga di pasaran banyak terdapat AC yang EERnya dibawah 14.  Jangan sampai anda membeli AC yang harganya murah namun biaya listrik anda jadi membengkak gila-gilaan.

Ganti Freon dengan Hidrokarbon

Freon diketahui sebagai bahan yang tidak ramah lingkungan. Freon umum  digunakan sebagai refrigerant untuk mendinginkan suhu.  Saat ini sudah banyak yang beralih ke HC (Hidrokarbon) yang lebih ramah lingkungan.  Penggantian freon dengan hidrokarbon ternyata mampu meningkatkan kinerja AC dengan baik dan bahkan menghemat biaya listrik sampai 30%.  Bila anda belum mau mengganti AC anda yang nilai EER nya rendah karena berbagai alasan, ada baiknya mengganti freon dengan hidrokarbon ini. Tapi musti diisi oleh yang memang ahlinya dan sesuai SOP atau MDGnya.

Instalasi harus benar.

Instalasi AC baik di indoor maupun yang di outdoornya juga harus benar. Kenali cara kerja AC dengan baik, penempatan AC outdoor dari dinding juga harus ada jarak yang cukup.  AC outdooor jangan sampai kipasnya terhalang sesuatu sehingga panas tidak keluar dengan baik.  Ada baiknya di taruh di sebelah pohon.  AC outdoor yang terlalu panas juga meningkatkan beban kerja AC dan membuat AC anda cepat rusak dan akibatnya biaya untuk AC anda juga meningkat.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s