MENGENAL BALAROA TANAMAN YANG BERKHASIAT OBAT

Bagi penduduk kota Palu dan sekitarnya di provinsi Sulawesi Tengah tentu tidak asing dengan nama Balaroa.  Yaa…Balaroa adalah nama sejenis tumbuhan darat yang kemudian jadi nama kampung dan kini menjadi nama salah satu kelurahan di Kecamatan Palu Barat Kota Palu. Nama-nama kampung di Palu kebanyakan berasal dari nama tumbuhan yang dulunya mendominasi daerah tersebut, sebut saja Talise (ketapang) , Taipa (mangga) dan tentu saja balaroa yang menjadi bahasan dalam tulisan ini.

Balaroa sendiri punya nama ilmiah Kleinhovia hospita yang secara persebaran banyak dijumpai di wilayah nusantara. Sekilas pandang pohon balaroa ini nampak seperti pohon waru karena bentuk daunnya yang mirip yaitu berbentuk hati seperti terlihat pada gambar ini. Dan sebenarnya Balaroa ini memang masih berkerabat dengan Waru yaitu dalam keluarga Malvaceae.

balaroa

balaroa1Yang menjadi ciri pengenal yang gampang untuk mengetahui bahwa tanaman tersebut adalah balaroa adalah buahnya yang berbentuk seperti bintang.

Balaroa sendiri punya banyak nama lokal di berbagai daerah seperti Timoho di Jogja, dan di Makassar disebut dengan Paliasa.  Daun Balaroa yang masih muda bisa dimasak untuk sayur.

Khasiat Obat Balaroa :

Balaroa termasuk herbal yang luar biasa karena mampu membantu penyembuhan secara holistik melalui pengeluaran racun/detoksifikasi dan menghentikan peradangan serta rasa sakit. Disamping itu Balaroa juga memiliki kemampuan sebagai anti alergi.   Kulit batang dan daunnya digunakan sebagai obat cuci rambut dari kutu sedangkan getah daunnya digunakan untuk obat cuci mata.  Daun dan kulit batangnya mengandung senyawa cyanogenic yang dianggap dapat membunuh ektoparasit seperti kutu. Dapat digunakan sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Dipercaya juga dapat menurunkan hypertensi, menormalkan hypotensi, mengobati penyakit tifus. Juga dapat melindungi sel hati, mempengaruhi aktivitas enzim transaminase, dan berpengaruh pada penurunan kadar gula darah

Balaroa bermanfaat untuk memulihkan, menyehatkan  dan memperkuat hati sehingga dapat melakukan fungsinya dengan baik yaitu: menyimpan mineral, vitamin dan gula yang akan digunakan sebagai bahan bakar, membersihkan dan menyaring racun-racun dari darah dan mengontrol produksi atau pengeluaran kolesterol. Hati juga  membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

Air rebusan daun Kleinhovia hospita ini dipercaya dapat mengobati:

  1. Wasir (ambeien, varices haemorrhoidalis), termasuk yang sudah berdarah.
  2. Varices vena ( ditandai dengan pembuluh balik yang menebal dan berkelok-kelok).
  3. Pembesaran prostat (biasanya terjadi pada laki-laki di atas usia 55 tahun, meski pernah ditemui kasus pada usia 34 tahun).
  4. Hepatitis (SGOT, SGPT dapat diturunkan dalam beberapa hari saja).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s